Caleg Petahana PDIP Bantah Amplop Yang Disebar Ke Warga Berisi Uang
logo

14 Desember 2018

Caleg Petahana PDIP Bantah Amplop Yang Disebar Ke Warga Berisi Uang

Caleg Petahana PDIP Bantah Amplop Yang Disebar Ke Warga Berisi Uang


GELORA.CO - Caleg DPR petahana dari PDIP Darmadi Durianto membantah yang dibagi-bagikan timnya saat pertemuan dengan warga Cilincing, Jakarta Utara, Rabu (12/12) malam adalah amplop berisi uang.

Video Darmadi pidato dilengkapi seorang perempuan paruh baya berkeliling membagikan sesuatu kepada ibu-ibu yang hadir di lokasi beredar di media sosial, salah satunya dibagikan oleh akun @mpuanon.

"Itu bukan uang, itu kupon untuk ambil konsumsi serta kalender," tegasnya kepada wartawan di Jakarta, Kamis (13/12).

Darmadi menekankan tak bermain politik uang. Sebab dia menemui konstituen tak hanya dalam rangka Pileg, tapi memang sudah menjadi agenda rutin, sejak awal ngantor di gedung Senayan.

Tak tanggung-tanggung, Bendahara Megawati Institute ini bahkan menantang semua pihak yang tidak percaya dengan bantahannya untuk turun langsung ke kawasan Cilincing, mengklarifikasi langsung kepada warga yang menerima amplop.

"Jika ada mengatakan itu amplop berisi uang itu keliru. Silakan klarifikasi ke warga yang hadir apakah saya memberikan amplop uang atau tidak," ujarnya sembari menduga orang yang merekam dan menyebarluaskan video tersebut hanya ingin merusak kredibilitas dia sebagai politisi dari partai penguasa.

Dalam video berdurasi 2 menit 10 detik tersebut, seorang warga yang mengaku sebagai pendukung pasangan Capres-Cawapres nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno merekam kegiatan kampanye Darmadi.

Dalam video terdengar suara pria yang ogah mengikuti instruksi Darmadi saat disuruh mengangkat satu jari. Sang perekam video itu terus-menerus mengacungkan dua jari sembari menegaskan bahwa pilihannya tetap pada Prabowo-Sandi. Dia bahkan menyuruh temannya untuk mengacungkan dua jari seperti yang dilakukannya.

"Jan, ayo Jan. Fiks dua, nggak ada nomor satu, dua-dua, Prabowo," seru sang perekam. [rmol]

Loading...

Komentar Netizen

loading...