Warga Jadikan Orangutan PSK Setelah Dicukur Bulunya, Pelanggannya Pekerja Sawit
logo

29 November 2018

Warga Jadikan Orangutan PSK Setelah Dicukur Bulunya, Pelanggannya Pekerja Sawit

Warga Jadikan Orangutan PSK Setelah Dicukur Bulunya, Pelanggannya Pekerja Sawit


GELORA.CO - Ngeri. Para pekerja di sebuah perkebunan sawit di Kalimantan berani membayar untuk menyalurkan hasrat seksnya kepada orangutan.

Orangutan ini dicukur bulunya yang lebat itu hingga mulus oleh warga desa setempat. Setelah itu, orangutan betina itu dipakaikan perhiasan layaknya perempuan, dimandikan, dan diberi wewangian.

Orangutan bernama Pony itu kemudian dilatih untuk melayani hasrat seks para pekerja. Dia lalu dibaringkan dengan dirantai ke dinding. Seperti layaknya di tempat prostitusi, para pekerja harus membayar kepada warga desa untuk menikmatinya.

"Itu mengerikan. Dia adalah budak seks, itu aneh," kata Michelle Desilets, Direktur Borneo Orangutan Survival Foundation Inggris ketika Pony diselamatkan.

"Dia (orangutan) pasti sangat kesakitan. Sungguh mengerikan untuk berpikir tentang betapa ngerinya dia," lanjutnya.

Pony dijadikan sebagai pelacur selama enam tahun. Tubuhnya dicukur dua hari sekali, meninggalkannya dengan luka, iritasi kulit, dan mudah digigit nyamuk.

Untungnya dia diselamatkan pada tahun 2003 setelah 35 polisi bersenjata diturunkan untuk merebut Pony.

"Kami diancam dengan senjata dan pisau," Ms Desilets, mantan guru, kepada The Sun seperti dikutip dari Metro, Rabu (28/11/2018).

Terlepas dari cobaan beratnya, Pony dapat pulih sepenuhnya dalam 15 tahun sejak ia melarikan diri. Selama masa pemulihan, kandangnya dijauhkan dari pria. Pony sangat trauma saat melihat pria di dekatnya.

"Dia perlahan pulih dan pengasuh pria secara perlahan diperkenalkan padanya. Dia sepertinya tidak takut lagi pada mereka dan dia senang dengan perusahaan mana pun yang bisa dia miliki. Pony telah belajar mempercayai manusia lagi," kata Lone Droscher-Nielson, orang yang ikut membantu menyelamatkan Pony. [rky]

Loading...

Komentar Pembaca

loading...