Pengamat Sebut HRS Tak Bisa Dianggap Remeh
logo

15 November 2018

Pengamat Sebut HRS Tak Bisa Dianggap Remeh

Pengamat Sebut HRS Tak Bisa Dianggap Remeh


GELORA.CO - Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting Pangi Syarwi Chaniago tak sepakat dengan hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA yang menyebut Rizieq Shihab sebagai ulama yang tak lagi terlalu didengar. Pangi menyebut pimpinan Front Pembela Islam (FPI) itu tetap tak bisa diremehkan.

"Enggak bisa diremehkan. Karena kalau nanti pada momentum yang pas Rizieq melakukan manuver politik, Jokowi (Joko Widodo) dan timnya akan dirugikan," kata Pangi kepada Tempo, Kamis, 15 November 2018.

LSI Denny JA sebelumnya merilis hasil sigi teranyar yang menyebut pengaruh Rizieq Shihab berkurang sejak tak lagi di Indonesia dan dicitrakan bermasalah hukum. Pada Oktober 2018, tingkat pengenalan terhadap Rizieq yakni sebanyak 53,4 persen, meningkat dari periode Desember 2016 sebesar 48,7persen.

Namun, tingkat kesukaan dan pengaruhnya menurun. Pentolan gerakan massa 212 ini sebelumnya disukai sebesar 67,3 persen responden pada Desember 2016, turun menjadi 52,9 persen per Oktober 2018. Jumlah responden yang mengikuti imbauan Rizieq juga menurun dari 31,4 persen menjadi 17 persen di periode yang sama.

Pangi mengakui keberadaan Rizieq di luar Indonesia bisa menjadi faktor yang membuat dia tak terlalu didengar. Namun, Pangi berpendapat kondisinya akan beda ketika Rizieq kembali ke Tanah Air dan menghimpun gerakan politik untuk pemilihan presiden 2019.

Menurut Pangi, Rizieq adalah ulama politik yang bisa menggiring opini. "Karena kalau dia pulang di momen yang pas, kemudian dia menggerakkan, memobilisasi, membuat opini, wah itu bisa gempar," kata Pangi.

Dalam sejumlah kesempatan, Rizieq Shihab menyatakan dukungannya kepada calon presiden-wakil presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Rizieq juga memerintahkan pendukungnya untuk menggalang suara dan memenangkan Prabowo-Sandiaga.

Dewan Penasihat Persaudaraan Alumni 212 Eggi Sudjana sebelumnya mengatakan, dia ingin Rizieq kembali ke Indonesia sebelum Pemilihan Umum (Pemilu) 2019. Eggi ingin kehadiran Rizieq bisa menggerakkan kekuatan umat untuk kepentingan pemilu.

"Kalau (menurut) saya bagusnya sebelum, karena itu mampu memobilisasi kekuatan umat," kata Eggi di D Hotel, Jakarta Pusat, Ahad, 11 November 2018. [tempo]

Loading...

Komentar Pembaca

loading...