Misionaris Gunakan Celah Ekonomi untuk Memurtadkan

Misionaris Gunakan Celah Ekonomi untuk Memurtadkan

Gelora Media
facebook twitter whatsapp

GELORA.CO - Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI), Anwar Abbas mengungkapkan bahwa mayoritas upaya kristenisasi atau pemurtadan menggunakan celah ekonomi.

“Saya yakin, jika mengandalkan kekuatan teologis, umat Islam tidak akan mudah berpindah agama. Kebanyakan dari mereka memanfaatkan celah ekonomi,” ungkapnya dalam Seminar Nasional ‘Mengungkap Fakta Upaya Pemurtadan Pasca Bencana dan Solusinya’, di Gedung MUI, Jl Proklamasi, Jakarta Pusat, Senin (19/’11/2018).

Ia pun mengutip hadits Nabi yang menunjukan bahwa kemiskinan itu bisa membuat orang menjadi kufur. Dia melihat saat ini banyak yang sudah murtad karena miskin.

“Kita tidak mau banyak orang Islam murtad, kita benarkan saja ekonomi kita. jika ekonomi kita baik, maka akan baik orang ber-Islam,” katanya.

Selain terkait ekonomi, Buya Abbas juga berharap ada perbaikan dalam hal pendidikan. Hal itu untuk membentengi akidah orang Islam.

“Dia harus hidup, akhirnya berubah akidahnya. Jika kita tidak mau pindah agama, beri mereka makan. memang awalnya ngasih mereka makan, tapi setelah itu beri mereka ilmu,” ujarnya.

Di sisi lain, ia memandang bahwa tindakan eksploitasi kemiskinan untuk pemurtadan adalah tidak etis. Ia pun menhimbau kepada umat Islam untuk tidak melakukannya juga.

“Jangan dengan cara yang tidak etis, kasih uang. Jangan lah. Tidak etis. Sangat tidak etis. Menyakiti hati umat Islam. Seandainya hal serupa dilakukan oleh orang Islam dengan agama lain, maka mereka juga akan sakit hati. Sama seperti kita, ada umat Islam dimurtadkan dengan kedok bantuan,” ujarnya. [kn]
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita