Menohok! Disindir Jusuf Kalla di Muktamar Pemuda Muhammadiyah XVII, Begini Respon Dahnil
logo

27 November 2018

Menohok! Disindir Jusuf Kalla di Muktamar Pemuda Muhammadiyah XVII, Begini Respon Dahnil

Menohok! Disindir Jusuf Kalla di Muktamar Pemuda Muhammadiyah XVII, Begini Respon Dahnil


GELORA.CO - Wakil Presiden RI Jusuf Kalla sempat menyinggung pilihan politik Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzhar Simanjuntak saat pidato dalam pembukaan Muktamar Pemuda Muhammadiyah XVII di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), pada Senin (26/11/2018).

“Ini tahun politik, demokrasi cara kita memilih pemimpin yang baik. Saya menghargai Muhammadiyah pilih yang terbaik, bukan memilih yang paling keras atau hebat kampanyenya. Walaupun Dahnil di pihak nomor 2 tapi tidak berarti Pemuda Muhammadiyah harus untuk ikut kebijakan politik dia,” kata Jusuf Kalla, Senin.

Menurut dia, Ketua Umum PP Muhammadiyah memberikan kesempatan untuk memilih yang baik, dan merupakan demokrasi yang baik.

“Demokrasi bukan angka saja tapi memajukan bangsa ini. Bukan hitung-hitungan saja, tapi memajukan bangsa ini. Itu yang menjadi hak politik masyarakat,” ucapnya.

Ditemui seusai pembukaan, Dahnil Anzhar menanggapi hal itu mengatakan, Wapres Jusuf Kalla merupakan orang yang bijak.

“Saya pikir pak Jusuf Kalla orang yang bijak ya selama ini menjadi orang tua kami, dan saya juga sering berdiskusi dengan beliau, dan beliau terbuka. Bahwa kami selalu mengatakan, Pak kita bisa berbeda tetapi perbedaan itu bisa menggembirakan,” ucapnya.

“Jadi sejatinya politik itu seperti yang disampaikan oleh pak Jusuf Kalla. Saya sebagai ketua umum PP Pemuda Muhammadiyah tentu harus memastikan secara institusional seperti fatsunnya Muhammadiyah netral, tapikan secara pribadi saya tentu berbeda,” katanya.

Ketua PP Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan, sebagai institusi Muhammadiyah netral dalam sikap politik. Akan tetapi, secara pribadi perbedaan sikap politik itu pasti ada.

“Kami bergembira atas perbedaan (sikap politik) itu,” ulasnya.

Dalam sambutannya pada acara Muktamar, Dahnil menyebutkan senjata para kader adalah tauhid, ilmu, dan amal, politik.

Dia juga mengingatkan di tahun politik ini banyak tantangan yang dihadapi seperti masalah money politics dan praktik politik yang tidak pantas.

“Kami sebagai kader hadapi dengan etika yang kami miliki. Orang yang menawarkan uang untuk suara berarti berani menjual apapun untuk kepentingan politik,” ulasnya. [swr]

Loading...

Komentar Pembaca

loading...