Kubu Prabowo: Ingkar Janji Pak Jokowi Apa Kabar?
logo

9 November 2018

Kubu Prabowo: Ingkar Janji Pak Jokowi Apa Kabar?

Kubu Prabowo: Ingkar Janji Pak Jokowi Apa Kabar?


GELORA.CO - Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) pasangan calon presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Ferry Juliantono mempertanyakan kritikan Ketua Tim Kampanye Nasional Koalisi Indonesia Kerja (TKN KIK) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Erick Thohir.

Erick sebelumnya mengkritik permintaan maaf Prabowo soal 'tampang Boyolali'. Ia menilai permintaan maaf tersebut tidak wajar, karena Ketua Umum DPP Partai Gerindra itu dua kali meminta maaf dalam kurun waktu 1,5 bulan. Pertama, terkait kasus dugaan hoaks Ratna Sarumpaet.

Menanggapi hal tersebut, Ferry menegaskan, dalam konteks dugaan hoaks Ratna, Prabowo mengambil inisiatif meminta maaf. Permintaan maaf bukan karena merasa bersalah, tapi karena Ratna terbukti berbohong.

Demikian juga permintaan maaf terkait ucapan 'tampang Boyolali', Ferry mengatakan, ucapan itu konteksnya senda gurau. "Namun itu pun Pak Prabowo besar hati minta maaf sekiranya ada yang tersinggung. Ini, Erick malah anggap itu masalah," ujar Ferry di Jakarta, Jumat (9/11).

Ferry menilai, Erick seharusnya menanggapi pernyataan Bupati Boyolali yang mengeluarkan kata-kata dari kebun binatang, saat ikut unjuk rasa terkait ucapan Prabowo. "Kesannya kan yang salah dibenarkan, yang benar disalahkan. Erick Thohir mulai ketularan gagal paham," katanya.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra ini pun mempertanyakan kabar Presiden Joko Widodo yang sudah terbiasa mengingkari janji kampanye dan komitmennya sejak masih menjadi Gubernur DKI Jakarta beberapa waktu lalu.

"Pak Jokowi beberapa kali pernyataannya soal Esmeka, pertumbuhan ekonomi meroket, soal guru honorer, tapi enggak pernah merasa punya tanggung jawab terhadap omongannya. Ingkar janji Pak Jokowi apa kabar?" kata Ferry.

Lebih lanjut Ferry meminta agar Erick terlebih dahulu berpikir bijak sebelum mengeluarkan kritik terhadap kubu Prabowo.

"Harusnya Erick Thohir tahu dan lebih introspeksi. Lebih baik punya pemimpin yang punya tanggung jawab dan jujur, daripada tidak jujur karena ini bisa bahaya," pungkas Ferry. [jpnn]

Loading...
loading...