Video Bukit Terbelah akibat Gempa di Kabupaten Sigi Sulawesi Tengah
logo

7 Oktober 2018

Video Bukit Terbelah akibat Gempa di Kabupaten Sigi Sulawesi Tengah

Video Bukit Terbelah akibat Gempa di Kabupaten Sigi Sulawesi Tengah


GELORA.CO - Kepala Pusat Data Informasi dan Hubungan Masyarakat Badan Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengunggah video bukit terbelah dan longsor akibat gempa 7,4 Skala Richter yang mengguncang Kecamatan Dolo, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah.

Sutopo membagikan video tersebut melalu akun Twitternya @Sutopo_PN pada Jumat, 5 Oktober 2018.

"Bukit terbelah dan longsor akibat gempa 7,4 SR di Kecamatan Dolo Selatan Kabupaten Sigi. Akses jalan mulai banyak ditembus. Bantuan personil dan logistik terus berdatangan. Penanganan darurat terus berjalan baik," tulis Sutopo.




Sementara itu, berdasarkan data yang diterima BNPB per Jumat, 5 Oktober 2018, pukul 17.00 Wita, jumlah korban tewas gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah kini tercatat 1.649 jiwa.

Sutopo merinci korban tewas tersebar di beberapa titik. Di Donggala 159 orang, Kota Palu 1.413 orang, Sigi 64 orang, Parigi Moutong 12 orang dan Pasangkayu, Sulbar 1 orang. Semuanya pun telah dimakamkan.

"1.649 jenazah itu sudah dimakamkan," kata Sutopo di kantornya, Sabtu, 6 Oktober 2018.

Sebanyak 628 jenazah dimakamkan TPU Paboya, kemudian 35 jenazah di TPU Pantoloan, 922 jenazah di pemakaman keluarga, 35 jenazah di Donggala, 10 jenazah di Balaroa, 10 jenazah di Petojo, 8 jenazah di Biromaru, dan 1 jenazah di Pasangkayu.

Kemudian, untuk korban luka berat tercatat 2.549 orang. Seluruhnya telah dirawat di rumah sakit. Lalu, korban yang masih hilang ada sebanyak 265 orang. "Korban tertimbun 152 orang. Pengungsi 62.359 jiwa di 141 titik," ujar Sutopo.

BNPB juga merilis hasil pendataan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang mencatat sebanyak 2.736 unit sekolah rusak dampak gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah. Sampai sekarang, BNPB bersama pihak terkait masih melakukan evakuasi korban yang tertimbun bangunan runtuh dan lumpur.

Tingkat kerusakan sekolah di wilayah terdampak disebut bervariasi. Tidak semua hancur total, namun ada juga yang mengalami rusak ringan. "Yang rusak ringan dan hancur total itu tersebar di Kota Palu, Donggala dan yang lebih banyak justru di Kabupaten Sigi," ungkapnya.

Kemudian, 66.926 unit rumah warga rusak. Sebanyak 66.238 di Sulawesi Tengah, kemudian sisanya 688 di Sulawesi Barat. [viva]

Loading...

Komentar Pembaca

loading...