Reuni Mengharukan Suami-Istri yang Terpisah Akibat Tsunami Palu
logo

2 Oktober 2018

Reuni Mengharukan Suami-Istri yang Terpisah Akibat Tsunami Palu

Reuni Mengharukan Suami-Istri yang Terpisah Akibat Tsunami Palu


GELORA.CO - Kisah mengharukan muncul di tengah tragedi yang menyelimuti Sulawasi Tengah (Sulteng). Setelah dua hari terpisah tanpa kabar, Azwan berhasil bertemu kembali dengan istrinya, Dewi, yang tersapu gelombang tsunami dahsyat di Palu.

Seperti dilansir AFP, Selasa (2/10/2018), kisah ini berawal ketika istri Azwan, Dewi, sedang mendata para tamu untuk sebuah festival di salah satu hotel pinggir pantai di Palu saat gempa dan tsunami menerjang Jumat (28/9) lalu. Usai merasakan getaran yang kuat, Dewi hanyut tersapu tsunami.

"Sebuah gelombang datang dan menghantam saya dengan keras. Ketika saya sadarkan diri, tiba-tiba saya sudah berada di jalanan depan sebuah hotel. Saya ingat mendengar orang-orang berteriak 'Tsunami! Tsunami!'," tutur Dewi kepada AFP.

Pakaian Dewi terkoyak dan dia hanya bisa berjalan lesu di jalanan yang dipenuhi puing-puing. Dewi akhirnya menemukan kamp pengungsian dan bermalam di sana. "Tidak ada makanan, tidak ada air," ucapnya.

"Kami diminta menunggu hingga situasi aman, sementara gempa susulan terus terjadi," ujar Dewi.

Di sisi lain kota Palu, Azwan (38) diselimuti kecemasan setelah menyadari dirinya dan putrinya selamat dari gempa namun tidak mendapat kabar soal nasib istrinya. Saat malam hari tiba, Azwan memberanikan diri untuk melakukan tugas mengerikan dalam 48 jam ke depan, yakni memeriksa pasien di rumah sakit dan kantong-kantong jenazah satu per satu.

"Ketika saya tidak bisa menemukan istri saya di dalam kantong jenazah manapun, saya kembali ke rumah sakit, rumah sakit kepolisian dan memeriksa kamar mayat," tuturnya. "Ada banyak jenazah di sana. Sungguh kacau -- ada di teras, di dalam, saling menumpuk," imbuh Azwan.

Pada Minggu (30/9) waktu setempat, saat Azwan mulai menyerah dan bersiap menerima 'jalan Tuhan', istrinya tiba-tiba muncul di depan matanya. Dalam keadaan luka dan sedikit tertatih, Dewi mendatangi rumah keluarganya.

"Ketika dia turun dari sepeda motor -- seperti euforia. Semua orang menangis. Kerabat kami menangis, mereka memeluknya," ujar Azwan yang seorang pegawai negeri ini.

"Saya sangat senang, sangat emosional -- syukurlah saya bisa melihatnya lagi," ucap Azwan sembari menahan air mata di balik kaca matanya.

Kisah pertemuan mengharukan antara Azwan dan Dewi ini disebut AFP sebagai kisah penuh harapan yang tergolong langka, karena terjadi di tengah-tengah keputusasaan dan duka mendalam.

Dewi bersyukur dirinya diberi 'kesempatan lain' namun masih harus berjuang keras untuk memulihkan diri. "Bahkan sekarang saya tidak percaya saya masih hidup di sini. Saya masih trauma, apalagi saudara saya masih belum ditemukan," tandasnya.

Data terbaru Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan sejauh ini sedikitnya 1.234 orang meninggal dunia akibat gempa dan tsunami di Sulteng. Sekitar 799 orang lainnya mengalami luka berat dan 99 orang hilang. Jumlah korban di Balaroa dan Petobo, Palu, belum bisa diperkirakan. [dtk]

Loading...

Komentar Pembaca

loading...