logo

1 Oktober 2018

Personel Polri dan TNI Dikerahkan untuk Amankan SPBU dan Minimarket Pascabencana Palu

Personel Polri dan TNI Dikerahkan untuk Amankan SPBU dan Minimarket Pascabencana Palu


GELORA.CO - Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Dedi Prasetyo mengatakan, jajarannya sudah melakukan pengamanan terhadap SPBU dan minimarket di Palu, Sulawesi Tengah, pascabencana yang melanda daerah tersebut.

Anggota Polri dan TNI melakukan pengamanan setelah peristiwa penjarahan oleh warga korban bencana ramai diperbincangkan.

"Polri dan TNI melakukan penjagaan-penjagaan di SPBU dan minimarket guna menghindari penjarahan oleh masyarakat yang membutuhkan makanan," ujarnya saat dihubungi oleh Kompas.com, Minggu (30/9/2018).

Dedi menyebutkan, total personel yang dikerahkan TNI sebanyak 1.300 orang dan dari Polri sejumlah 1.000 anggota.

Selain tugas pengamanan, ia mengakui, mereka juga mengemban tugas utama mengevakuasi korban.

"Semua satgas masih bekerja utamanya mengevakuasi korban yg masih hidup maupun korban yang sudah meninggal " tutur dia.

Jajarannya juga masih terus melakukan proses identifikasi jenazah korban bencana.

Mereka juga dijadwalkan melakukan pemakaman massal untuk para korban.

Menurut Dedi, pasukan beserta bantuan logistik akan terus berdatangan demi mempercepat proses penanganan.

Sebelumnya, gempa berkekuatan magnitudo 7,4 dan tsunami terjadi di Kota Palu dan Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, Jumat (28/9/2018).

Selain itu, gempa juga menyebabkan gelombang tsunami yang terjadi di Pantai Palu dengan ketinggian 0,5 sampai 1,5 meter, pantai Donggala kurang dari 50 sentimeter, dan Pantai Mamuju dengan ketinggian 6 sentimeter.

Data hingga Minggu (30/9/2018) siang, korban tewas akibat gempa dan tsunami ini bertambah menjadi 832 orang. [kompas]

Loading...
loading...