PD soal Gempa Sulteng: Pernyataan SBY Bukan Pujian ke Jokowi
logo

1 Oktober 2018

PD soal Gempa Sulteng: Pernyataan SBY Bukan Pujian ke Jokowi

PD soal Gempa Sulteng: Pernyataan SBY Bukan Pujian ke Jokowi


GELORA.CO - Presiden ke-6 RI sekaligus Ketum Partai Demokrat (PD) Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY memuji Presiden Joko Widodo yang bergerak cepat meninjau Palu yang terdampak gempa Sulawesi Tengah. PD menyebut pernyataan SBY ke Jokowi tak berkaitan dengan politik dan bukanlah pujian.

"Pernyataan Pak SBY tersebut adalah murni demi kemanusiaan, tidak ada kaitannya dengan politik. Bahkan demi kemanusiaan, Pak SBY meminta agar semua menghentikan sementara kampanye pileg maupun pilpres untuk menghormati para korban. Ini tentu baik tujuannya. Hentikan politik demi kemanusiaan," kata Kadiv Advokasi dan Bantuan Hukum DPP PD Ferdinand Hutahaean, Senin (1/10/2018). 

Ferdinand meminta pernyataan SBY tak dilihat sebagai pujian demi politik. SBY pun, dalam video saat menyampaikan pernyataan soal gempa Sulteng, disebut Ferdinand sengaja berdiri di samping pataka The Yudhoyono Institute untuk menghindari politik.

"SBY tidak sedang berpolitik dan tidak ingin berpolitik atas bencana. Pesan tak terucap adalah agar tidak ada yang memperalat bencana demi pencitraan politik dan untuk kepentingan politik. Ini berlaku untuk semua peserta pemilu," jelas Ferdinand.

Ferdinand tak setuju jika pernyataan SBY ke Jokowi dianggap pujian. Apa alasannya? 

"Pernyataan tersebut sebetulnya bukan juga pujian tapi lebih kepada dukungan agar langkah cepat Jokowi ke Palu tidak sia-sia tapi harus diiringi dengan langkah cepat penanganan. Ini yang paling penting. Jangan datang demi politik, tapi demi penanganan," tegas dia.

Pujian SBY ke Jokowi disampaikan dalam video berdurasi 3.20 detik seperti dilihat detikcom, Minggu (30/9). SBY berdiri di depan kamera dengan latar peta Indonesia.

"Meskipun tidak sebesar dan sedahsyat gempa bumi di Aceh dan Nias dulu, kali ini gempa bumi dan tsunami yang melanda Sulteng juga besar. Korbannya kita saksikan besar," ujar SBY.[dtk

Loading...

Komentar Pembaca

loading...