Ngaku Belum Tua, Ma'ruf Amin: Kata WHO Namanya Tua Mulai 80 sampai 100
logo

28 Oktober 2018

Ngaku Belum Tua, Ma'ruf Amin: Kata WHO Namanya Tua Mulai 80 sampai 100

Ngaku Belum Tua, Ma'ruf Amin: Kata WHO Namanya Tua Mulai 80 sampai 100


GELORA.CO - Calon wakil presiden Ma'ruf Amin menjelaskan alasan dirinya menerima pinangan dari Presiden Joko Widodo untuk berduet di pemilu tahun depan. Menurut dia, banyak pihak ragu tawaran calon wakil presiden diterimanya.

Namun setelah melihat kesuksesan Mahathir Mohamad, perdana menteri Malaysia yang terpilih kembali di usia 93 tahun, Ma'ruf tergerak kembali turun dalam gelanggang politik, setelah sekian lama ditinggalnya.

"Tapi kata orang saya masih lebih muda dibanding Mahatir Muhammad.  Saya bertemu beliau di Kuala Lumpur saya berdiri di samping beliau, saya bilang betul juga saya masih muda. Beliau kan 93 (tahun). Saya 57, 57 kebalik 75 tahun," kata Ma'ruf saat menyampaikan pidato dalam Rakernas Tim Kampanye Nasional di Surabaya, Minggu 28 Oktober 2018.

Keyakinan Ma'ruf ingin maju menjadi calon wakil presiden, karena melihat hasil penelitian organisasi kesehatan dunia atau WHO yang menyebut usianya belum tergolong tua, hanya paruh baya. Ia pun menyadari bawah usia saja bukanlah masalah.

Bahkan Mustasyar PBNU ini sempat berkelakar dengan guyonan khas kekinian dengan istilah 'Masuk Pak Eko' yang belakangan viral di media sosial.

"Kata WHO,  namanya tua mulai 80 sampai 100. Jadi kalau 60 sampai 80 belum tua, itu baru setengah baya. Jadi berarti saya ini baru setengah baya, belum tua. 'Masuk Pak Eko'," kata Ma'ruf disambut tawa peserta tim kampanye daerah yang hadir.

Lebih lanjut, Ma'ruf menegaskan, mengabdi kepada negara seperti yang tengah diperjuangkan menjadi cawapres bukan dilihat dari persoalan usia.

Ia kembali menyatakan, bahwa tugasnya nanti kelak terpilih ialah membantu Jokowi membangun Indonesia menyiapkan landasan menuju negara maju.

"Saya ingin membantu Pak Jokowi untuk menguatkan runway landasan.  Supaya 2024 Indonesia bisa tinggal landas," ujarnya. [viva]

Loading...
loading...