logo

10 Oktober 2018

Pengakuan Non Muslim Palu, Ditolong FPI Setelah Sang Anak Menangis Kelaparan

Pengakuan Non Muslim Palu, Ditolong FPI Setelah Sang Anak Menangis Kelaparan


GELORA.CO - Pengakuan nonmuslim Palu, Martinus Rivano atas pertolongan Front Pembela Islam (FPI) viral di media sosial.

Diceritakan, anak Martinus sudah dua hari belum makan dan minum susu. ASI dari ibunya pun sudah tidak keluar, karena sang ibu juga belum makan selama dua hari.

Tangis sang anak pecah, karena tidak kuat menahan lapar. Kemudian, Martinus mengaku didatangi laskar berbaju serba putih.

Awalnya Martinus mengaku ketakutan, karena selama ini dia memusuhi FPI. Tapi tak disangkanya, setelah mengetahui kondisi dia dan keluarganya belum makan, FPI pulang mengambil bahan makanan dan diberikan kepadanya.

Kisah ini dimuat oleh akun Facebook Ahmad Putra Awaliyin. Dan sudah ribuan kali dibagikan oleh netizen. Begini postingannya:

Pengakuan saudara sebangsa kita (non muslim) tentang FPI
Oleh: Martinus Rivano, Palu
.
Malam itu anak kami yang baru berusia 14 bulan terus menangis.
Karena sudah hampir 2 hari belum makan atau minum susu sama sekali.
Hanya asi dari ibunya dan itu pun sudah tak keluar lagi karena ibunya juga sudah hampir 2 hari tak makan apapun.

Kondisi anak kami benar benar sudah lemah,, Badan nya panas,, Pun istri kami yang ikut menangis melihat kondisi anak semata wayang kami yang terus menerus menangis tanpa suara.

Kami tak bisa berbuat apa apa karena kondisi dan logistik yang susah didapatkan.

Waktu itu sekitar pukul 21.30 ada 4 orang berseragam putih-putih lewat didepan tenda kami,, Mungkin karena mendengar tangisan anak kami mereka menghampiri kami.

Mereka bertanya tentang kondisi kami sambil mengamati keadaan sekitar kami, Terutama kalung salib yang tergantung dileher anak kami.

Ketika salah seorang dari mereka mengambil hp dan menyenteri keadaan sekeliling kami, Jantung ini seakan berhenti berdenyut, Inilah laskar FPI yang selalu kami musuhi, Apa yang akan mereka lakukan pada kami !!??

Seribu pikiran ketakutan melayang layang dibenak kami.
Ketakutan kami semakin menjadi jadi ketika 2 orang dari mereka pamit mau ke kamp mereka sebentar.
Hanya tinggal 2 orang yang masih berjaga jaga disekitar kami.

Tak lama kemudian datanglah 2 orang yang tadi bersama teman temannya sekitar 13 orang sambil memanggul barang.

Mereka menghampiri kami lalu menyerahkan bahan makanan yang lumayan banyak termasuk susu buat anak kami dan beberapa roti dan air mineral dan membagikan kepada tetangga yang dekat dengan kami.

Dada kami sesak tak bisa berkata apa-apa. Salah satu dari mereka mengambil gelas dan menuangkan sedikit susu dan memberikannya kepada istri kami untuk segera meminumkannya kepada anak kami.

Dalam remang kulihat air mata jatuh darimata salah satu orang tersebut ketika melihat anak kami yang seperti kesurupan meminum susu tadi.

Kami bertanya apa sebabnya ia menangis melihat anak kami minum susu.

Apa jawabannya !!??

Ia berkata; “Alangkah dzalim nya saya ketika melihat sesama makhluk Tuhan menderita, Tetapi kami tak kuasa berbuat apa apa”.

Perhatian saya tertuju pada kata kata makhluk “Tuhan”.
Kenapa bukan sebutan yang sering digunakan pada mereka yang mengaku paling toleran ??

Pelajaran berharga bagaimana kami jadi tau mana hitam mana putih,,
Mana yang benar-benar tulus menolong sesama meskipun beda keyakinan.

Puji Tuhan !!!
Saya menyesal dulu saya gencar meminta untuk membubarkan ormas tersebut.

Buat saudara ku yang ingin agar ormas tersebut dibubarkan,
Satu pertanyaan ku mampu kah kalian meninggalkan anak, Istri, Keluarga dan semua kesenangan kalian hanya untuk menolong orang orang yang tidak bisa membalas kebaikan kalian ini !!??
Puji Tuhan !! [swa]

Loading...
loading...