Jokowi yang Hobi Kutip Film Fiksi di Pidato Internasional
logo

13 Oktober 2018

Jokowi yang Hobi Kutip Film Fiksi di Pidato Internasional

Jokowi yang Hobi Kutip Film Fiksi di Pidato Internasional


GELORA.CO - Presiden Jokowi kembali menjadi sorotan terkait pidatonya dalam opening remarks Annual Meeting IMF-World Bank Group Plenary Session di Nusa Dua, Bali, Jumat (12/10). Pidato Jokowi yang menggambarkan kondisi ekonomi global seperti cerita serial TV Game of Thrones itu menjadi viral di media sosial.

Bahkan, HBO Asia sampai-sampai membuatkan meme Jokowi memerankan salah satu karakter dalam Game of Thrones yakni Jon Snow. Bukan kali ini saja Jokowi mengutip sebuah adegan atau kutipan film-film fiksi asing dalam pidatonya di acara internasional.

Tercatat sejak menjabat sebagai Presiden pada 2014 lalu, Jokowi sudah tiga kali menyisipkan kutipan atau adegan di sebuah film dalam pidatonya. Pidato Jokowi pertama kali yang mengutip film fiksi itu terjadi pada Februari 2016 lalu dalam forum US-ASEAN Business Counci (US-ABC) di San Fransisco California, Amerika Serikat.

Saat itu Jokowi menirukan ucapan eks Gubernur California Arnold Schwarzenegger yang terkenal dalam film Terminator yakni "I'll be back". Sontak Jokowi disambut tawa lepas dan tepuk tangan dari para pebisnis yang hadir di acara tersebut.


Ada maksud Jokowi menirukan ucapan Arnold itu. Jokowi mengatakan, pada Oktober 2015 ia terpaksa mempersingkat kunjungannya di AS karena harus kembali ke Indonesia yang tengah dilanda kebakaran hutan. Padahal saat itu, Jokowi dijadwalkan mengunjungi California.

Tak hanya ucapan "I'll be back", dalam forum itu Jokowi kembali menirukan kata-kata Arnold dalam film Terminator "hasta la vista" yang berarti sampai jumpa usai menyampaikan gambaran investasi di Indonesia yang sudah semakin mudah.

Jokowi kembali menggunakan istilah-istilah dalam film saat berpidato di World Economic Forum on ASEAN ke-27 di Hanoi, Vietnam, 12 September lalu. Jokowi saat itu menggunakan istilah-istilah yang diambil dari film The Avengers.


Dalam pidatonya, Jokowi menyebut saat ini ekonomi dunia sudah mulai menuju Industri 4.0. Namun di saat yang sama, terjadi perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China. Menurutnya perang dagang itu harus dihentikan dengan bersatunya negara-negara sebagai The Avengers.

"Apa yang terjadi dalam ekonomi dunia hari ini adalah bahwa kita sedang menuju perang tanpa batas. Perang perdagangan meletus, dengan intensitas yang mereka miliki saat ini. Tapi yakinlah, aku dan teman-teman Avengersku siap, untuk mencegah Thanos yang akan memusnahkan setengah populasi dunia," kata Jokowi yang disambut tepuk tangan dan tawa para peserta yang hadir.


Terakhir dalam opening remarks Annual Meeting IMF-World Bank pada Jumat (12/10), Jokowi juga menggunakan adegan dan kutipan film asing dalam pidatonya agar mudah dimengerti. Jokowi menggunakan istilah yang ada di serial TV Game of Thrones untuk menggambarkan kondisi perekonomian global yang tengah bergejolak.

"Akhir-akhir ini, hubungan antarnegara-negara ekonomi maju semakin lama semakin terlihat seperti Game of Thrones. Balance of power dan aliansi antarnegara-negara ekonomi maju sepertinya tengah mengalami keretakan," kata Jokowi.

"Lemahnya kerja sama dan koordinasi telah menyebabkan terjadinya banyak masalah. Seperti peningkatan drastis harga minyak mentah dan juga kekacauan di pasar mata uang yang dialami negara-negara berkembang," imbuh eks Gubernur DKI itu.


Jokowi menambahkan, khusus terkait perang dagang antara AS dan China saat ini serupa dengan pertarungan antar klan dalam cerita Game of Thrones. Pertarungan untuk menjadi yang paling berkuasa itu membawa kejayaan pada satu klan dan merugikan klan lainnya.

"Dalam serial Game of Thrones, sejumlah Great Houses, Great Families bertarung hebat antara satu sama lain, untuk mengambil alih kendali 'The Iron Throne'. 'Mother of Dragons' menggambarkan siklus kehidupan. Perebutan kekuasaan antar-para 'Great Houses' itu bagaikan sebuah roda besar yang berputar. Seiring perputaran roda, satu Great House tengah berjaya, sementara House yang lain menghadapi kesulitan dan setelahnya, House yang lain Berjaya, dengan menjatuhkan House yang lain," tutur Jokowi.


Jokowi melanjutkan, di tengah pertarungan itu, para aristokrat lupa bahwa ada bahaya besar yang mengancam semua pihak, yaitu serbuan mayat hidup (White Walker) dari utara. Jika semua klan tak bersatu, semuanya akan mati dibunuh mayat hidup.

"Tatkala para Great Houses sibuk bertarung satu sama lain, mereka tidak sadar adanya ancaman besar dari utara. Seorang evil winter, yang ingin merusak dan menyelimuti seluruh dunia dengan es dan kehancuran," ucapnya.

Untuk menghadapi serbuan itu, semua klan harus bersatu. Persis seperti serial Game of Thrones, Jokowi mengajak semua negara bersatu menghadapi ketidakpastian ekonomi global yang merugikan semua negara. Maka perang dagang harus dihentikan.

"Dengan adanya kekhawatiran ancaman Evil Winter tersebut, akhirnya mereka sadar: tidak penting siapa yang duduki di 'Iron Throne'. yang penting adalah kekuatan bersama untuk mengalahkan Evil Winter agar bencana global tidak terjadi. Agar dunia tidak berubah menjadi tanah tandus yang porak poranda yang menyengsarakan kita semua," tutupnya.

Pidato Jokowi yang kemudian viral di media sosial itu mendapat perhatian dari HBO Asia sebagai pemegang hak siar Game of Thrones. Melalui akun Twitternya, HBO Asia menampilkan meme Jokowi memerankan salah satu karakter dalam Game of Thrones. Dalam meme itu, Jokowi tampak memegang pedang dan berpakaian ala Jon Snow, salah satu jagoan dalam film Game of Thrones.

"Bersiaplah, musim dingin akan datang," tulis meme HBO Asia tersebut.

Dalam meme tersebut, HBO Asia juga menuliskan caption terkait season 8 dari Game of Thrones.

"Yeah, kami juga tak sabar menanti season 8, Pak Presiden," tulis HBO Asia. 


Loading...

Komentar Pembaca

loading...