Ini Analisa Rocky Gerung Bahwa Jokowi Tak Paham Fungsi Metafor 'Winter is Coming' di IMF Bali
logo

20 Oktober 2018

Ini Analisa Rocky Gerung Bahwa Jokowi Tak Paham Fungsi Metafor 'Winter is Coming' di IMF Bali

Ini Analisa Rocky Gerung Bahwa Jokowi Tak Paham Fungsi Metafor 'Winter is Coming' di IMF Bali


GELORA.CO - PRESIDEN Joko Widodo (Presiden Jokowi) mengungkapkan metafor winter is coming dalam pidatonya di acara IMF-World Bank (WB) tahun 2018 di Bali (IMF Bali).

Rocky Gerung mengungkapkan analisanya itu saat berbincang bersama Politisi PDIP Adian Napitupulu di program acara stasiun televisi CNN yang membahas tema 'Perang Logika Jokowi Vs Prabowo'.

Rekaman program acara tersebut juga diunggah di akun youtube ROCKY GERUNG pada 15 Oktober 2018 lalu.

Sejak awal perbincangan Rocky Gerung lekas mempertanyakan soal Presiden Jokowi yang memilih narasi 'Winter is Coming' dalam pidatonya di IMF Bali.

Rocky Gerung menganggap pilihan mengucapkan metafor 'winter is coming' sebenarnya sebuah kritik dari seorang satire sosialis terhadap kompetisi kapitalis.

"Nah sialnya itu forum kapitalis, dan presiden adalah tuan rumah dari forum itu. Jadi kontradiktif wardingnya itu. Lain kalau yang ngomong itu bung karno atau hugo chaves, pemimpin sosialis memberi kritik kepada global financial kapitalism. Tapi justru IMF kan biangnya kapitalis. Jadi IMF ya ketawa aja, 'loh kok lo undang gue, tapi lo kritik gua'. Bahkan setelah selesai sidang bilang indonesia tambahin dong iurannya supaya punya suara di dalam sidang-sidang IMF. Lalu ditambahin lagi akan ada krisis tahun depan, jadi dia kasih peringatan yang lebih kuat dari winter is coming," jelas Rocky Gerung.

Rocky Gerung memberi analisa bahwa dengan winter is coming seolah-olah Presiden Jokowi memberi semacam posisi moral yang seolah-olah menunjukkan ideologinya bahwa ia (Presiden Jokowi) merupakan pemimpin otentik yang mampu menegur pemimpin dunia.

"Tetapi di dalam politik nasional sendiri dia bukan tokoh utama. Tetep ibu mega mengatakan presiden adalah petugas partai. Jadi tetep orang lihat kontradiksi itu tuh," jelas Rocky Gerung.

Sebagai sebuah retorika Rocky Gerung menilai hal tersebut bagus. Tapi sebagai orang yang membuat analisis, maka jadi ada yang tak cocok.

"Ya bagus aja sebagai retorika, tapi sebagai orang yang bikin analisis, tapi kok nggak match ya antara mental feodal yang ada di dalam perpolitkan istana, dan upaya untuk menegor global kapitalism. Itu seperti anak kecil yang negor preman terus ditampar sama preman. Untung tamparnya dalam bentuk tepuk tangan itu kan," ucap Rocky Gerung.

Sehingga Rocky Gerung menganggapp hal itu mesti dibaca dari yang tersembunyi di dalam gimmick yang terjadi di IMF Bali.

"Pak jokowi waktu mengucakan itu tak ontentik, sebab tidak datang dari semacam psikologinya. Dia tak membaca itu, karena pak jokowi tidak punya tradisi membaca. Maksudnya membaca buku tuh. Sebab game of thrones itu imajinasi. Tetapi kalau kita analisis ini tidak otentik. Prabowo lebih otentik. Sejak dia sebut soal armada setan itu goes splied, itu sesuai dengan karakter militernya. Waktu dia ucapkan jadikan kembali Indonesia besar, itu juga di dalam suatu semangat prajurit, jadi lebih otentik. Dan saya rasa Prabowo juga membaca dokumen-dokumen global," beber Rocky Gerung.

Berikutnya Rocky Gerung memberi kritik bahwa konsistensi dalam sebuah metafor harus betul-betul dipegang.

"Jangan sampai berusaha membaca masa depan sambil merayakan masa lalu. Itu kritik saya. Sama seperti kritik sayakepada pak Jokowi tetep orang mengannggap tidak otentik yang diucapkan. Tidak sinambung. Banyak orang melihat Pak Jokowi literasinya adalah menghapal nama-nama ikan, kenapa tiba-tiba ngomong tentang sebuah novel yang memerlukan imajinasi. Pak jokowi tak dilatih di dalam sebuah imajinasi. Itu seperti orang naik gunung es pakai sandal jepit, atau orang main bola pakai crampon. Jadi seperti ada yang nggak klop disitu. Jadi ada yang tak sesuai dengan yang diucapkan dengan keseharian dia," terang Rocky Gerung.

Analisa Ketidakpahaman Jokowi

Rocky Gerung baru mengungkapkan analisa bahwa Presiden Jokowi tak paham maksud dari pengucapan metafor 'winter is coming' setelah diperlihatkan sebuah video.

Video itu memperlihatkan bahwa Presiden Jokowi berusaha menjelaskan maksud dari 'winter is coming' yang ia ucapkan di acara IMF di Bali.

Dalam video itu Presiden Jokowi menjelaskan seperti ini :

Pesan moral utama yang ingin saya sampaikan saat itu adalah bahwa konfrontasi dan perselisihan akan mengakibatkan penderitaan, bukan hanya bagi yang kalah, tapi juga bagi yang menang. Ketika kemenangan sudah dirayakan dan kekalahan sudah diratapi, barulah kedua-duanya sadar, tapi sudah terlambat kalau sadarnya baru belakangan. Kekalahan dan kemenangan dalam perang selalu hasilnya sama, yaitu dunia yang porak poranda. Tidak boleh melakukan perusakan hanya untuk sebuah kemenangan. Tidak ada artinya kemenangan yang dirayakan di tengah kehancuran, itulah pesan moral yang saya sampaikan di dalam annual meeting IMF.

Pesan moral itu tidak hanya relevan bagi pemimpin dunia saat ini, tetapi juga tepat kita sampaikan kepada masyarakat, kepada pemimpin-pemimpin kita di dalam negeri, terutama kepada elit-elit yang sedang memerjuangkan kepentingannya.

Setelah mendengar video itu, Rocky Gerung lalu berujar panjang lebar seperti ini :

Metafor itu tidak boleh dijelaskan. Sekali dia diucapkan dalam forum internasional, justru kemewahannya itu ada pada abstraksinya itu. Sekarang presiden jelaskan, jadi dia nggak ngerti fungsi dari metafor itu. Saya nggak perlu menjelaskan arti dari dongeng. Dongeng itu diinterprestasikan itu. Winter is coming, biarkan itu menjadi diksi, kemudian menjadi imajinasi baru. Sekarang dijelaskan yang saya maksud adalah agar tidak ada persaingan tidak ada perkelahian, lah itu dengan sendirinya orang menginginkan itu. Itu bukan hal yang baru, setiap orang tahu itu.

Jadi kelihatannya pak jokowi memang nggak mengerti kenapa dia musti ucapkan winter is coming. Sehingga dia mesti menjadi winter is coming artinya semua pakai jaket bulu, pakai sepatu boots, ngapain dijelaskan itu, winter dengan sendirinya begitu. Jadi itu terlihat tadi beliau sebetulnya dipaksa untuk membacakan teks itu, yang sebetulnya tidak dia pahami apa maksud dari winter is coming.

Presiden itu kalau sudah ia ucapkan, biarkan punakawanya yang jelaskan itu. Dia musti menjelaskan sendiri, artinya dia ragu apa yang ia ucapkan di bali. Sehingga dia ulangi tadi pagi. Dia takut orang nggak mengerti. Orang nggak mengerti kenapa dia ucapkan ulang, itu menandakan ia tak mengerti apa fungsi dari metafor.

Dilawan Adian Napitupulu

Polisi PDIP Adian Napitupulu yang hadir di program acara CNN itu sebagai lawan berdebat Rocky Gerung membantah semua analisa Rocky Gerung.

Menurut Adian Napitupulu, Rocky Gerung tak punya hak sama sekali menghakimi Presiden Jokowi soal Jokowi tidak membaca, dan lainnya.

"Sebab bung tidak mengikuti keseharian Presiden Jokowi selama 24 jam. Kalau menurut saya bung Rocky hidup dengan imajinasi," tegur Adian Napitupulu menyikapi Rocky Gerung yang dianggaopnya cenderung menghakimi Presiden Jokowi.

Menurut Adian, sikap Presiden Jokowi dalam pidatonya menunjukkan kelasnya sebagai pemimpin yang berani menegur para negara kapitalis.

Terkait Presiden Jokowi menjelaskan ulang mengenai arti winter is coming, menurut Adian Napitupulu hal itu tak perlu dipersoalkan.

"Tidak bisa, tidak ada yang mengharuskan sesuatu harus begini segala macem. Ketia dia ingin menjelaskan kembali, ya jelaskan saja. Ketika dia ingin menyampaikan bahwa yang terjadi di internasional juga cocok untuk kondisi kita sekarang,ya biarkan saja,siapa yang harus melarang itu," ujar Adian Napitupulu.

Mari kita simak video selengkapnya dibawah ini :


Loading...
loading...