Gaya Rambut 'Petai' Sandiaga saat Kunjungi Pasar di Subang
logo

14 Oktober 2018

Gaya Rambut 'Petai' Sandiaga saat Kunjungi Pasar di Subang

Gaya Rambut 'Petai' Sandiaga saat Kunjungi Pasar di Subang


GELORA.CO - Cawapres nomor urut 2 Sandiaga Uno blusukan ke pasar Sukamelang Subang, Minggu (14/10/2018). Sandi berjanji menyediakan lapangan kerja dan menstabilkan harga bahan pokok. 

Pedagang pasar heboh begitu Sandiaga memasuki pasar yang sempit tersebut. Pedagang bernama Nyai, pedagang petai dan jengkol, senang bukan kepalang ketika Sandi menghampiri lapaknya. Nyai mengaku dagangannya sepi. 

"Tapi hari ini beda euy, begitu tahu Pak Sandi datang, jadi rame banget pasarnya," kata nyai dengan senyum sumringah. 

Ada peristiwa yang membuat warga yang ikut berkerumun tertawa terbahak ketika Sandi meletakkan pete di bahu dan kepalanya. "Neh Pak Andi Arief, rambut saya sampai berubah jadi warna hijau, karena kampanye terus menerus," ucap Sandi didampingi Ketum PAN Zulkifli Hasan

Pasar di Subang ini sebenarnya sudah menyediakan lapak berjualan di dalam untuk para pedagang. Tetapi mereka lebih memilih berdagang di luar. "Abisnya di dalam sepi sih. Jadi kita mending jualan di luar," kata Neni pedagang pasar. 

"Nanti kita perbaiki. Sehingga tempat-tempat yang kosong terisi. Jadi terlihat lebih tertib dan pasar jadi rame, dan dapat meningkatkan pendapatan para pedagang karena tertata dengan baik," ucap Sandi yang juga Ketua Umum Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI). 

Cawapres yang diusung Gerindra, Demokrat, PAN, PKS dan Berkarya ini ditemani Ketua Umum Zulkifli Hasan mendengar aspirasi para pedagang. Mayoritas mengeluhkan menurunnya pendapatan sedangkan modal dagang semakin besar.

"Kita dengarkan aspirasi rakyat, kayak bu Sri tadi, lebih besar pengeluaran dari pada pendapatan. Untuk itu, jika terpilih saya akan membangun lapangan pekerjaan supaya perekonomian masyarakat meningkat. Menstabilkan harga kebutuhan pokok". Tambah sandi di tengah-tengah pasar.

Sandi mengakhiri blusukan di pasar dengan sarapan pagi bersama pedagang pasar dan warga.[dtk]

Loading...
loading...