Dolar AS Terus Naik, Tim Ekonomi Harus Berani Mundur
logo

9 Oktober 2018

Dolar AS Terus Naik, Tim Ekonomi Harus Berani Mundur

Dolar AS Terus Naik, Tim Ekonomi Harus Berani Mundur


GELORA.CO -  Nilai tukar mata uang rupiah masih melemah terhadap dolar Amerika Serikat dan pada hari ini, Senin (8/10), dolar AS bertengger pada posisi Rp 15.185. Kinerja tim ekonomi termasuk para menteri-menteri ekonomi kembali disorot dalam meramu strategi mengatasi dampak lonjakan kurs ini.

Menurut pengajar komunikasi politik Emrus Sihombing, para menteri ekonomi pemerintahan Jokowi-JK perlu mengevaluasi diri meskipun diakui bahwa tekanan terhadap rupiah memang merupakan faktor eksternal.

“Harus ada tawaran permodelan ekonomi baru atau alternatif dari luar tim ekonomi yang ada sekarang. Sekaligus tim ekonomi termasuk para menteri harus legowo untuk mengevaluasi diri. Jika tidak mampu, sebaiknya berani mundur,” kata Emrus kepada wartawan, Senin (8/10).

Dirinya juga menekankan, saat ini ekonomi Indonesia kembali diuji ketangguhan daya liatnya yang pertaruhannya ialah kepentingan seluruh masyarakat dan bangsa. Untuk itu, tim ekonomi harus mendudukkan orientasi kepentingan nasional dan mengesampingkan ego.

“Singkirkan ‘pride’, kebanggaan semu dan ego pribadi serta kelompok. Jika ada permodelan dari kalangan luar seperti akademisi dan praktisi bisnis, yang lebih baik secara akademis dan teruji empiris, ya perlu diterima,” tandasnya.

Di sisi lain, Emrus menambahkan, presiden juga membuka diri pada penyikapan terhadap pergerakan mata uang dan evaluasi terhadap kebijakan yang diambil menteri-menterinya. Termasuk pula untuk melakukan reshuffle kabinet.

Lebih konkret, istana disarankan untuk mengundang pakar-pakar ekonomi dari perguruan tinggi serta praktisi bisnis dan pelaku investasi untuk memberi masukan dan meramu strategi kebijakan permodelan ekonomi.

“The Fed menaikkan suku bunga dan kurs naik memang keniscayaan dan negara lain juga terkena imbasnya. Tak bisa dihindari. Namun fokus kita adalah bagaimana menangkal, mengantisipasi dan meredam dampaknya bagi ekonomi kita,” pungkas Emrus. [rmol]

Loading...
loading...