Cerita di Balik Foto Pasha Ungu dan Istri yang Viral, Ponsel Tak Aktif 12 Jam dan Proses Pengungsian
logo

1 Oktober 2018

Cerita di Balik Foto Pasha Ungu dan Istri yang Viral, Ponsel Tak Aktif 12 Jam dan Proses Pengungsian

Cerita di Balik Foto Pasha Ungu dan Istri yang Viral, Ponsel Tak Aktif 12 Jam dan Proses Pengungsian


GELORA.CO - Gempa dan tsunami yang melanda Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah, pada Jumat (28/09/2018) kemarin menyisakan duka.

Tak hanya kondisi para warga dan korban saja, tetapi juga kondisi para tokoh-tokoh pemimpin kota tersebut.

Banyak korban meninggal dunia, luka-luka, hingga hilang dan belum ditemukan.

Akses komunikasi yang terputus juga membuat keluarga mereka cemas.

Pasha Ungu yang saat ini menjabat sebagai Wakil Wali Kota Palu juga terkena dampak gempa dan tsunami tersebut.

Sampai Minggu (30/9/2018), gempa susulan bermagnitudo kecil masih terus terjadi.


Sejak Jumat (28/9/2018) petang, mulai pertama guncangan gempa terjadi, komunikasi yang ada di sebagian wilayah di Donggala dan Palu lumpuh total.

Dua hari kemudian yakni Minggu, di media sosial ramai beredarnya foto Pasha Ungu dan sang istri.

Vokalis Ungu, Sigit Purnomo Said alias Pasha bersama sang istri, Adelia, tidur bersama warga korban gempa di tenda pengungsian.

Dikutip dari laman Instagram resmi fans band Ungu, @cliquerscianjur_vm, potret itu pertama kali beredar.

Akun tersebut mengunggah potret Pasha dan istrinya tidur di tenda pengungsian.

Tanpa kasur dan selimut, pasangan tersebut berbaur dengan para korban gempa.


"Pasha Ungu wawali kota palu dan Ibu Adelia tidur di tenda pengungsian! Salut pak Wawali bisa senasi dengan warga masyarakat," bunyi tulisan dalam keterangan foto, Minggu (30/9/2018).

Curhatan Adelia, Istri Pasha Ungu

Adelia sendiri sebelumnya menjadi saksi hidup saat gempa bermagnitudo 7,4 disertai tsunami mengguncang Palu dan Donggala, pada Jumat (28/9/2018).

Diketahui, Donggala merupakan kota kelahiran Pasha yang kini menjabat sebagai Wakil Wali Kota Palu.

Lewat akun Instagram pribadinya, Adelia menuliskan sudah lebih dari satu kali merasakan gempa kuat pada hari Jumat lalu.


Kondisi Adelia dan Pasha selamat, namun mereka memilih tak berada di dalam bangunan karena gempa susulan masih terus

"Mudah-mudahan kita dalam lindungan Allah SWT, Amin ya Allah," lanjutnya.

Dikutip dari TribunMedan, Minggu (30/9/2018), Adelia sempat menceritakan detik-detik dirinya menyelamatkan diri.

Saat terjadi gempa sekitar pukul 18.00 WITA, Adelia Pasha mengaku sedang berada di kamar mandi.

"Mau siap-siap menghadiri acara. Mas Pasha habis ngantor jemput saya di rumah," ungkap Adelia saat dihubungi awak media yang menghubunginya via telepon, seperti dilansir TribunWow dari TribunMedan, Minggu (30/9/2018).

Setelah mengalami peristiwa itu, Adelia mengaku merasa ketakutan dan memilih berada di halaman rumahnya di Palu karena getaran gempa masih terasa.


"Masih di halaman rumah. Kayaknya bermalam di luar saja. Enggak berani masuk lagi. Aku sendiri ini karena Mas Pasha kan kerja urus korban gempa. Ntar ada gempa susulan bagaimana? Aku merasa masih ada getaran," paparnya melansir dari TribunMedan, Minggu (30/9/2018).

Adelia merasa bersyukur karena keempat anaknya sedang tak bersamanya di Palu.

"Aku masih bersyukur anak-anak sedang di Bogor dan tidak bersama kami di sini," katanya.

Cerita Malam Sebelum Tsunami Menerjang Palu

Foto yang viral di media sosial memperlihatkan Pasha dan Adelia sedang tertidur rupanya bersumber langsung dari manajer Adelia, Diego Christian.

Lewat Instagram Story, Minggu (30/9/2018) akun @diego_christ mengunggah percakapan via Whatsapp dengan Adelia.


Cerita lebih lanjut kemudian disampaikan oleh Diego kepada awak media, Minggu (30/9/2018) sore.

Melansir dari Kompas.com, sebelum tsunami melanda Kota Palu, Sulawesi Tengah, pada Jumat (28/9/2018) sore, Pasha dan istrinya berada di pantai kota tersebut pada Kamis (27/9/2018) malam.

"Dia (Adel) bilang, kemarin pas malem-malem itu ada acara di pantai. Sekian jam kemudian ada tsunami. Jadi, (tempat) acaranya rata juga (tersapu tsunami)," ucap Diego seperti dilansir dari Kompas.com.

"Dan, sebenarnya ulang tahun Palu itu kan sampai tanggal 7 Oktober (2018), dibatalin jadinya," lanjutnya.

"Lagi rangkaian ulang tahun Kota Palu, ada acara adat juga, terus dibatalin semua," imbuhnya.

Diego Christian menambahkan bahwa sekarang Pasha dan Adelia tinggal di pengungsian bersama para korban selamat yang lain.

"Kemarin sih handphone Adel sempet enggak aktif 12 jam. Ternyata tuh Adel memang diungsikan, tidak boleh tinggal di rumah," ujar Diego.

"Jadi, diungsikan tidur di tenda sama warga, terus tadi pagi dia baru bales WhatsApp aku. Katanya, masih ada gempa-gempa kecil, bahaya, jadi dia tidur bareng deh sama warga," lanjutnya. [tribun]

Loading...
loading...