Tak Ada Soal Honor, Ini 3 Syarat Terbaru Undang Ustadz Somad Ceramah

Tak Ada Soal Honor, Ini 3 Syarat Terbaru Undang Ustadz Somad Ceramah

Gelora News
facebook twitter whatsapp

GELORA.CO - Masalah sedang merundung dai kondang, Ustadz Abdul Somad Batubara (41) kini jadi perhatian.

Di jagat maya, kabar terkait masalah tersebut sedang viral.

Masalah sedang dihadapi adalah dirinya merasa mendapat ancaman dan intimidasi dari oknum tertentu sehingga terpaksa membatalkan agenda ceramahnya di sejumlah daerah di Pulau Jawa.

Demikian dia sampaikan melalui akunnya pada Instagram @ustadzabdulsomad, Ahad atau Minggu (2/9/2018).

Ia pun meminta maaf atas pembatalan agenda ceramahnya.

"Beberapa ancaman, intimidasi, pembatalan, dan lain-lain terhadap taushiyah di beberapa daerah seperti di Grobogan, Kudus, Jepara dan Semarang."

"Beban panitia yang semakin berat."

"Kondisi psikologis jamaah dan saya sendiri."

"Maka, saya membatalkan beberapa janji di daerah"

"Jawa Timur, Jawa tengah, Yogyakarta:"

"1. September"

"di Malang, Solo, Boyolali, jombang, Kediri."

"2. Oktober"

"di Yogyakarta."

"3. Desember"

"janji dengan Ustadz Zulkifikar di daerah Jawa Timur."

"Mohon maaf atas kejadian ini, harap dimaklumi, dan mohon didoakan selalu."

"Wassalamualaikum warahmatullah wabarakatuh."

"Al-Faqiir Ilaa Rabbih, Abdul Somad," demikian ditulis admin akun @ustadzabdulsomad.

Jika dia tak berterima di Pulau Jawa, sebaliknya justru terjadi di Pulau Sulawesi.

Pekan ini, pria kelahiran Silo Lama, Asahan, Sumatera Utara, 18 Mei 1977 itu akan melakukan safari dakwah di Sulawesi Barat dan Sulawesi Selatan mulai, Rabu (5/9/2018) besok.

Dimulai dari Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat, Rabu hingga Kamis (6/9/2018).

Lalu, dia ke Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan, Kamis siang.

Pada malam harinya, dia diagendakan mengisi ceramah di di alun-alun Citramas, Kecamatan Pangkajene, Pangkep atas undangan Pemerintah Kabupaten Pangkep.

Mereka yang akan hadir mendengarkan ceramah adalah masyarakat umum dan pejabat daerah.

"Sementara ini yang terdaftar ada sekitar 150 undangan yang terdiri dari Forkopimda, anggota DPRD, tokoh agama, pemuda dan teman-teman Ustadz Somad dari alumni Mesir," ujar Plt Kepala Bagian Humas Sekretariat Daerah Pangkep, Andi Hermin di Pangkajene, Senin (3/9/2018).

Pemerintah kabupaten menjamin keamanan Ustadz Somad selama di Pangkep dengan mengerahkan polisi dan tentara.

"Pengamanan dikoordinir oleh Polres Pangkep, Kodim 1421 Pangkep, Satpol PP. Ada juga Dinas perhubungan yang akan membantu mengatur serta mobil pemadam kebakaran yang stand by," kata Hermin menjelaskan.

3 Syarat

Bupati Pangkep, Syamsuddin A Hamid Batara menjelaskan soal pihaknya mengundang Ustadz Somad datang di Pangkep untuk ceramah.

Sebelum Ustadz Somad datang, kata bupati dua periode ini, telah dibeberkan soal syarat-syarat agar sang dai mau datang.

Ada 3 syarat, namun perlu diketahui jika syarat itu bukan terkait dengan uang atau honor atau bayaran.

Pertama, soal ketertiban.

"Jamaah tidak boleh berdesak-desakan dan jangan ada yang ribut. Harus tertib," kata Syamsuddin di Kantor Bupati Pangkep, Selasa (4/9/2018) saat menerima kunjungan manajmen Tribun Timur.

Kedua, sepanggung dengan alumni Universitas Al-Azhar asal Pangkep.

"Syarat kedua, harus sepanggung dengan alumni Timur Tengah," kata lagi Syamsuddin.

Sebanyak 11 alumni asal Timur Tengah pun diundang mendampingi Ustadz Somad selama di Pangkep.

Kesebelas nama tersebut, yakni.

1. KH Muhammad Zakaria Zaenal, LC

2. KH Muhammad Mahrus Amri LC MA,

3. KH Hasbuddin Halik LC MH,

4. KH Abd Hakim Jurumiah LC MA,

5. KH Muammar Baba LC MA,

6. KH Abdul Rahman Kambi LC MM,

7. KH Muhammad Mukhlis Halide LC MA,

8. KH Yaman Sahibe LC MA,

9. Nur Hasan SHI,

10. Ishak Abdul Azis LC,

11. Abdul Rahman LC.

Ketiga, tak boleh menyinggung soal politik.

"Jangan ada yang menyerempet ke politik, apalagi menjelek-jelekkan kelompok lain," ujar Syamsuddin sekaligus Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Pangkep.

Pemkab Pangkep pun siap memenuhi syarat tersebut. [tribun]
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita