SBY: Rakyat Merasa Takut Bicara di Ruang Publik
logo

18 September 2018

SBY: Rakyat Merasa Takut Bicara di Ruang Publik

SBY: Rakyat Merasa Takut Bicara di Ruang Publik


GELORA.CO - Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY mengungkapkan suara rakyat yang ia dengar selama berkeliling Indonesia. Dalam pidato di HUT Partai Demokrat ke-17, SBY mengatakan ia telah mengunjungi ratusan kabupaten dan kota untuk berdialog langsung dengan masyarakat.

Selama perjalanannya itu, SBY mengatakan mendapat keluhan dari berbagai lapisan masyarakat. Hasilnya ia menangkap beragam persoalan, mulai dari ekonomi sampai tindak kriminalisasi.

Di sektor ekonomi, SBY mengatakan ibu-ibu mengeluhkan kenaikan harga-harga bahan pokok, yang tidak diiringi oleh kenaikan penghasilan mereka.

“Saya mendengarkan keluhan ibu-ibu atas kenaikan harga-harga bahan pokok, sementara penghasilan mereka tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” kata SBY di Djakarta Theatre, Senin 17 September 2018.

Keluhan juga datang dari sektor keterbukaan lapangan kerja. Menurut SBY, dari ibu-ibu, sampai anak muda sama-sama mengeluhkan sulitnya mendapatkan pekerjaan.

Mereka cemas atas ketidakpastian mendapatkan pekerjaan. Bahkan yang sudah bekerja pun malah kehilangan pekerjaannya.

Tidak hanya dari akar rumput, keluhan pun datang dari golongan pengusaha. Baik pengusaha papan atas, menengah, maupun bawah, tambah SBY, sama-sama mengeluhkan soal kebijakan pajak yang dianggap membebani.

Ada pula keluhan soal hukum dan masalah kebebasan berekspresi. Penegakkan hukum di era pemerintahan sekarang, dinilai tidak adil dan bertindak sewenang-wenang. “Saya mendengarkan kritik masyarakat atas penegakan hukum yang di sana-sini dianggap kurang adil,” kata SBY.

SBY mengatakan adanya ketakutan dari masyarakat untuk berbicara, di muka umum. Karena khawatir akan tindak kriminalisasi. “Rakyat yang merasa takut untuk berbicara di ruang publik, karena khawatir akan dikriminalisasi,” ujar dia.

Mantan presiden Republik Indonesia ke-6 ini pun mengaku, hasil temuannya di lapangan ini sesuai dengan hasil berbagai lembaga survei. Yaitu banyak ketidakpuasan dari masyarakat terhadap pemerintah.

Namun, ia mengingatkan bahwa ada pula sebagian masyarakat yang puas. Maka capaian yang ada itu, harus diapresiasi.

“Partai Demokrat juga harus jujur, bahwa sebagian masyarakat puas dengan sejumlah hal,” ucap dia. [tempo]

Loading...

Komentar Pembaca

loading...