Rizal Ramli: Mendag Sudah 'Offside', Mas Jokowi Dipihak Mana?
logo

20 September 2018

Rizal Ramli: Mendag Sudah 'Offside', Mas Jokowi Dipihak Mana?

Rizal Ramli: Mendag Sudah 'Offside', Mas Jokowi Dipihak Mana?


GELORA.CO - Mantan Menteri Keuangan Rizal Ramli turut menyoroti polemik impor beras yang kini menjadi pertentangan antara Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita dan Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso (Buwas).

Dilansir TribunWow.com, hal tersebut ia sampaikan melalui akun Twitter @RamliRizal yang diunggah pada Rabu (19/9/2018).

Awalnya, Rizal Ramli menanggapi berita soal kegaduhan antara Mendag dan Buwas.

Di mana Buwas melontarkan sebuah umpatan kepada Mendag yang menyebut jika penuhnya gudang Bulog bukan menjadi urusannya.

"Kok ada Mentri yg saenaknya kaya gini ? Mas @jokowi, where are you ?? : 'Mendag Sebut Gudang Bulog Penuh Bukan Urusannya, Buwas: M***** !'" tulis Rizal.


Lebih lanjut, Rizal Ramli menyebut jika Mendag sudah bertindak kelewatan.

Ia pun meminta Presiden Jokowi mengambil tindakan atas hal ini.

"Mas @jokowi, Mendag sudah offside, rugikan petani padi, tebu, bawang & garam. Sekaligus grogoti elektibilitas Mas. Mas JKW dipihak mana ? Dipihak pemburu rente atau bela petani ? Jika tidak ada tindakan, artinya Mas memang dipihak sana," ujar Rizal Ramli.




Rizal Ramli juga sempat melontarkan sindiran kepada Mendag yang menurutnya doyan impor dengan mencontohkan peristiwa yang terjadi di luar negeri, di mana menteri yang tidak pro petani didemo rakyat.

"Di Jepang, Korea Selatan, Taiwan kalo Mentri Perdagangan tidak pro-petani, doyan impor, pasti di demo besar2an — akhirnya pasti dicopot atau pemerintahnya yang jatuh. Itulah mengapa partai LDP berkuasa terus di Jepang krn LDP sagar pro-petani dan pro-pertanian," tulisnya.




Data Impor BPS

Diberitakan dari Kompas.com, Senin (17/9/2018), Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan impor nonmigas Indonesia Agustus 2018 mencapai 13,79 miliar dolar Amerika Serikat (AS).

Angka ini menunjukkan penurunan sebesar 11,79 persen dari bulan Juli 2018.

Meski turun, impor nonmigas menjadi penyumbang terbesar total impor dengan total 85 persen.

Impor komoditas susu, mentega, dan telur mengalami peningkatan besar yakni 94,19 persen dibanding bulan Juli 2018.

Data BPS menunjukkan nilai impor susu, mentega, dan telur di bulan Agustus 2018 mencapai 100,2 juta dolar AS.

Impor susu pada Agustus 2018 mencapai 23,9 ton dengan total nilai 55 juta dolar AS.

Kemudian untuk impor telur unggas di bulan Agustus mencapai 1,23 ton atau senilai 24.285 dolar AS.

Rincian impor mentega pada Agustus 2018 mencapai 18,3 juta dolar AS.

BPS mencatat defisit neraca perdagangan Indonesia selama Agustus 2018 mencapai 1,02 miliar dolar Amerika Serikat (AS).

Stok Beras di Gudang Bulog

Buwas memastikan tidak akan ada impor beras hingga akhir 2018.

Hal itu disampaikan Buwas menanggapi pemberian izin impor dua juta ton beras oleh Kementerian Perdagangan (Kemendag).

"Insya Allah tidak ada (impor), ya karena sekarang kan saya masih berharap mudah-mudahan serapan masyarakat terhadap beras kita banyak nih. Kalau beras banyak kan kita bisa ambil lagi, kalau enggak untuk apa," jelasnya, Selasa (4/9/2018).

Buwas mengatakan, stok beras sebanyak 2,6 juta ton yang ada di Bulog saat ini masih lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.

Dengan demikian, kebutuhan untuk impor masih belum perlu dilakukan saat ini dan kemungkinan besar hingga akhir tahun.

Kemendag Terbitkan Izin Impor

Sebelumnya diberitakan, Kemendag telah menerbitkan kembali izin impor beras sebesar satu juta ton kepada Bulog.

Adapun izin impor tersebut dikeluarkan pada Juli 2018 dan mulai berlaku hingga September 2018.

Oleh karenanya, secara total Bulog mendapatkan izin untuk impor beras sebanyak dua juta ton.

Satu juta ton impor beras sudah direalisasikan Bulog pada medio Februari dan Mei 2018.

Sementara itu, terkait izin impor tambahan satu juta ton itu, Buwas menyatakan belum direalisasikan oleh Bulog.

"Ini belum karena itu baru wacana yang akan dimungkinkan ketika menghadapi sesuatu ke depannya, maka disiapkan impor dua juta itu," kata dia. [tribun]

Loading...
loading...