Prestasi Jokowi-SBY Dibanding-bandingkan, Rachland Nashidik: 4 Tahun Sesak & Bising oleh Penghakiman
logo

25 September 2018

Prestasi Jokowi-SBY Dibanding-bandingkan, Rachland Nashidik: 4 Tahun Sesak & Bising oleh Penghakiman

Prestasi Jokowi-SBY Dibanding-bandingkan, Rachland Nashidik: 4 Tahun Sesak & Bising oleh Penghakiman


GELORA.CO - Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Rachland Nashidik angkat bicara menanggapi soal pembandingan capaian-capaian Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang kini marak dilontarkan sejumlah pihak.

Dilansir TribunWow.com, hal tersebut ia sampaikan melalui akun Twitter @RachlanNashidik yang diunggah pada Selasa (25/9/2018).

Rachland mengatakan jika pihaknya bukanlah yang memulai perbandingan prestasi dua tokoh tersebut.

Meski demikian, ia menyebut bisa mulai membela dengan argumen yang mempertanyakan janji-janji pemilu Jokowi yang sudah dipenuhi.

Lebih lanjut, Rachland Nashidik mengungkapkan apabila tidak ada pemerintahan yang seluruhnya berhasil atau seluruhnya gagal.

Menurutnya, akan menjadi suatu hal yang sulit apabila ada seorang presiden yang mahu dianggap seluruhnya sempurna.

Rachland juga mengatakan apabila selama empat tahun ini sesak dan bising oleh penghakiman hingga klaim-klaim pembangunan.

"Empat tahun tak berhenti, kampanye membandingkan dan menyalahkan masa lalu.

Jelang Pilpres, mereka tak bisa bantah capaian-capaian Pemerintah yang mereka hinakan justru lebih banyak, termasuk infrastruktur.

Baru mereka teriak: 'Kok bandingin dengan SBY? Emangnya SBY Capres?'



'Empat tahun capaian Jokowi tak bisa dibandingkan sepuluh tahun SBY. Itu tak apple to apple'.

Kami tak pernah memulai membandingkan.

Tapi barangkali Anda bisa mulai membela argumen itu dengan menunjukkan: Berapa janji pemilu Jokowi yang dalam 4 tahun ini sudah dipenuhi?

Awal memerintah, SBY diwarisi separatisme, konflik horisontal, ekonomi ambruk, ketakpercayaan internasional.

Juga diuji bencana alam.

Satu satu diselesaikan sambil memupuk pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan.

Jokowi tak diwarisi satupun dari problem itu.

Kok hasilnya begini?

Tak ada pemerintahan yang seluruhnya berhasil atau seluruhnya gagal. Ini berlaku bagi semua Presiden, SBY atau Jokowi.

Sulit, bila ada Presiden yang mau dianggap seluruhnya sempurna, hingga kritik dan keluhan rakyat dipidana, atau menutupi kekurangan dengan menyalahkan masa lalu.

Empat tahun yang sesak dan bising oleh penghakiman, klaim pembangunan infrastruktur yang nyatanya minim, janji pemilu diingkari, pertumbuhan ekonomi mandek mengancam kesejahteraan, rakyat dibelah saling berhadapan.

Tidakkah semua itu cukup untuk mengatakan:

Saya mau perubahan!," tulis Rachland Nashidik.





[tribun]

Loading...

Komentar Pembaca

loading...