Pesan Ustadz Abdul Somad untuk Pendukung Pasangan Capres-Cawapres di Pilpres 2019
logo

19 September 2018

Pesan Ustadz Abdul Somad untuk Pendukung Pasangan Capres-Cawapres di Pilpres 2019

Pesan Ustadz Abdul Somad untuk Pendukung Pasangan Capres-Cawapres di Pilpres 2019


GELORA.CO - Ustadz Abdul Somad menyampaikan pesan untuk para pendukung pasangan calon presiden dan calon wakil presiden yang akan bertarung di Pilpres 2019.

Dilansir dari akun Youtube Tribun Pekanbaru, Ustadz Abdul Somad menyampaikan tiga pesan untuk seluruh masyarakat.

"Pertama, ini adalah anak-anak bangsa. Maka anak bangsa ini kita pilih yang terbaik di antara yang baik. Jadi tidak ada yang jelek. Tapi kita tentu memilih yang terbaik.," kata Ustadz Abdul Somad mengawali pembicaraan. 

Untuk menentukan siapa yang akan menjadi pilihan, Ustadz Abdul Somad berpesan, agar menggunakan telinga, dengar baik-baik.

Pasang mata, lihat baik-baik tapi jangan lupa ada hati, qalbu.

"Terangi  dengan cahaya iman, istikharah, minta sama Allah, pilih yang terbaik," katanya.

Insan pers menurutnya punya peran luar biasa untuk mencitrakan yang hitam menjadi putih atau yang hitam menjadi abu-abu.

Oleh karena itu menjadi tugasnya untuk menjelaskan apa adanya ke masyarakat. "Kita akan ditanya di hadapan Allah," ujarnya.

Pesan kedua Ustadz Abdul Somad, bahwa Pilpres 2019, 2024 adalah hal biasa di negara demokrasi.

Untuk itu, para pendukung harus memahami hal ini.

"Pergantian presiden di negara demokrasi itu biasa. Artinya apa, yang ingin mengatakan presiden harus bertahan dua periode dengan masyarakat yang mengatakan harus ganti, itu sama-sama demokrasi. Kenapa harus kelai?," katanya.

Mereka yang mengatakan ganti presiden maupun mengatakan pertahankan dua periode, tidak salah.

Sebab hal itu sesuai dengan sistem demokrasi yang kita anut.

"Kita tinggal bukan di wilayah kerajaan. Kalau kerajaan ngomong gitu gak bisa. Kita demokrasi, suara terbanyak suara Tuhan. Jadi santai saja. jangan serius sekali seolah-olah kita mau perang, tidak... Ini anak-anak bangsa yang sedang memakai demokrasi," katanya. 

Kemudian yang ketiga, 2019 bukan akhir segalanya.

Jadi target kita ke depan bagaimana umat ini cerdas, yang nggak sekolah bisa sekolah, yang lapar bisa makan, yang nggak punya rumah bisa rumah layak, bisa dia minum madu karena ada uang.

"Itu yang paling penting. Jadi kira-kira saya punya calon pemimpin. Sampai mati saya bela dia, kira-kira bisa nggak dia mensejahterakan umat ini? Bisa tidak umat ini jadi orang smart, cerdas, dalam beragama, berpolitik, itu yang jauh lebih penting," katanya.

"Jadi jangan sampai calon-calonnya sendiri berangkulan, kita malah kelai," tegasnya.

Ustadz Abdul Somad mengingatkan kita harus menatap dengan tatapan yang jauh ke depan.

Bukan hanya 2019 tapi Indonesia menjadi negara besar yang dihormati di dunia.

"Sebagaimana cita-cita founding father kita, Bung Karno yang dulu ingin menyatukan Sriwijaya, Majapahit, menjadi negeri terbesar yang dapat menjadi penengah antara blok barat dan blok timur," katanya.

Berikut video lengkapnya:

Loading...
loading...