Jokowi atau Prabowo? Ini Jawaban Mahfud MD
logo

17 September 2018

Jokowi atau Prabowo? Ini Jawaban Mahfud MD

Jokowi atau Prabowo? Ini Jawaban Mahfud MD


GELORA.CO - Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD mengaku masih ada waktu untuk menentukan pilihannya untuk pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden di Pemilihan Presiden RI 2019. Seperti diketahui, Pilpres akan diikuti oleh dua paslon, yakni Jokowi-Ma'ruf Amin dan Prabowo-Sandiaga.

"Masih ada tujuh bulan untuk membuat neraca dan berhitung, siapa calon pemimpin yang layak dan bermanfaat untuk bangsa ini," ujarnya di sela seminar #2019PilpresCeria di Surabaya, Senin (17/9/2018).

Ia juga meminta agar selama membuat neraca dan berhitung dilakukan dengan penuh keceriaan serta berpikir cerdas. Hal tersebut dilakukan agar tak salah dalam memilih pemimpin bangsa untuk periode 2019-2024.

Mantan Menteri Pertahanan itu, juga menegaskan sampai saat ini belum memilih siapa pasangan calon Presiden-Wakil Presiden yang didukungnya, meski nantinya akan memiliki pilihan.

"Kalau sekarang saya belum umumkan ke publik. Tapi ke depan jika diperlukan maka bisa saya sampaikan berdasarkan hasil neraca dan perhitungan yang saya lakukan," ucap dia.

Karena itulah, Mahfud MD juga berharap kepada masyarakat Indonesia untuk tidak golput atau tak memilih pada Pilpres dan Pemilu yang digelar serentak 17 April 2019.

"Golput sangat mengutungkan penjahat dan sebagai warga negara jangan sampai melakukannya. Pilihlah pemimpin dengan semangat keceriaan, bukan permusuhan," tuturnya.

Pada kesempatan sama, tokoh bangsa yang namanya sempat masuk dalam bursa bakal calon Wakil Presiden mendampingi Joko Widodo tersebut, juga mengimbau agar tidak melakukan caci maki sesama masyarakat Indonesia.

Menurut dia, sangat tidak ada gunanya upaya-upaya persekusi dan permusuhan yang selama ini terjadi dari kedua belah pihak. Sebab, Indonesia tidak boleh pecah hanya karena Pemilu serta tidak suka dengan calon tertentu.

"Sekali lagi, mari kita lalui dengan penuh keceriaan dan kecerdasan. Jangan sampai kecewa, kemudian bermusuhan antarsesama, sebab itu tidak bagus dan berlebihan," ujarnya. [tsc]

Loading...

Komentar Pembaca

loading...