Andi Arief : Hasil Ijtima Ulama Jauh Lebih Kuat daripada Dukungan Para Gubernur ke Jokowi
logo

14 September 2018

Andi Arief : Hasil Ijtima Ulama Jauh Lebih Kuat daripada Dukungan Para Gubernur ke Jokowi

Andi Arief : Hasil Ijtima Ulama Jauh Lebih Kuat daripada Dukungan Para Gubernur ke Jokowi


GELORA.CO - Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Demokrat Andi Arief tampak membahas mengenai Ijtima Ulama.

Hal tersebut ia jelaskan melalui akun Twitter @AndiArief_ yang diunggah pada Jumat (14/9/2018).

Awalnya, Andi Arief mengatakan jika pembahasan tersebut sekaligus menjawab sikap Demokrat terkait dukungan Ijtima Ulama pada Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.

Andi Arief mengatakan jika Demokrat berpolitik rasional dan tahu jika politik itu soal datang dan perginya dukungan.

Lebih lanjut, Andi Arief menyatakan jika hasil dukungan Ijtima Ulama jauh lebih kuat daripada dukungan para gubernur untuk pasangan Joko Widodo (Jokowi) dan Maruf Amin.

Ia pun berharap Ijtima Ulama yang kedua bukan hanya memberikan dukungan pada Prabowo-Sandiaga, tetapi juga menyumbangkan gagasan untuk mengatasi persoalan kebangsaan.

Berikut kicauan Andi Arief yang dirangkum TribunWow.com dari Twitter:

"1. Ada yg bertanya sikap demokrat soal dukungan ijtima' ulama dua pada Prabowo sandi. Prinsipnya Pak Prabowo Sandi itu auperstarnya koalisi Gerindra demokrat PAN dan PKS. Mereka berdua berhak dan wajib mendapat dukungan dari empat partai ini.

2. Di luar 4 partai ini Prabowo sandi berhak dapat sukungan partai2 lain miaalnya saya dengar partai2 koaliai Jokowi juga ada yang aecara sembunyi2 dukung, karena alasan elektoral legislatif. Sebagian kader partai sebelah kesulitan di beberapa daerah untuk dukung Jokowi.

3.Prabowo Sandi juga memiliki hak mendapat dukungan segmen dan sektoral masyarakat kita yang lain, termasuk di dalamnya ijtima ulama, organ2 serikat buruh, maupun gerakan 2019 ganti Presiden.

4. Semua dukungan ini asal dilakukan tanpa keterpaksaan sangat dibenarkan.

Ijtima ulama adalah kekuatan yg tidak bisa diremehkan.

Jauh lebih kuat ketimbang dukungan para gubernur ala Jokowi yang kesan kuatnya lahir dari tekanan.

5. Partai Demokrat senang dan merasa koalisi ini akan makin membesar meski ijtimak ulama pernah tidak mendukung AHY.

Bagi demokrat situasi politik sudah berubah.

Wadah besar kami saat ini adalah Koalisi empat partai.

Prinsip kemenangan adalah mendapatkan sebanyaknya dukungan.

6. Kami yakin ada pertimbangan tertentu jika dalam ijtima ulama pertama tidak mendukung AHY.

Tapi Bada saatnya nanti kami yakin AHY akan mendapat dukungan besar sebagaimana SBY juga dulu mendapat dukungan besar para ulama.

7. Partai Demokrat berpolitik rasional, kami tahu politik itu masalah datang dan perginya dukungan.

Namun kami berharap dukungan ijtima ulama dua ini mengarah pada politik yang raaional, bukan menajamkan politik identitas.

Meski politik identitas tidak dilarang dalam demokrasi.

8. Selamat berijtima ulama yang kedua.

Semoga bukan hanya memberikan dukungan pada Prabowo-Sandi, tetapi juga menyumbangkan pikiran untuk mengatasi persoalan kebangsaan," tulis Andi Arief, Jumat (14/9/2018).


[tribun]

Loading...
loading...