logo

26 September 2018

34 Siswi Kejang-kejang, Lari ke Semak Belukar

34 Siswi Kejang-kejang, Lari ke Semak Belukar


GELORA.CO - Kesurupan massal terjadi di SMPN 8 Palangka Raya, kemarin (24/9). Sebanyak 34 pelajar kesurupan hingga kejang-kejang. Bahkan ada siswa yang lari ke semak belukar saat kesurupan.

Peristiwa itu terjadi mulai pukul 08.00-13.30 WIB. Pihak sekolah belum mengetahui hal apa di balik peristiwa yang membuat aktivitas belajar mengajar ini terganggu.

Berdasar informasi dari pihak sekolah, di belakang sekolah terdapat lokasi angker. Kemungkinan makhluk halus penghuni lokasi tersebut terganggu dengan aktivitas pelajar yang bermain di kebun belakang sekolah itu. Entah karena melempar batu atau membuat kegaduhan.

“Kami sudah memberikan batasan terhadap anak-anak untuk tidak ber­main di tempat itu (belakang sekolah),” kata Wakil Kepala SMPN 8, Ca­cah kepada Kalteng Pos, Senin (24/9).

Dia menerangkan, ada 1.145 pe­lajar yang menimba ilmu di sekolah tersebut. Tidak bisa memantau satu per satu.

Sebelumnya, sudah men­coba mendatangkan orang pintar (paranormal) untuk menetralkan. Tapi gagal. Makhluk halus enggan pindah dari belakang bangunan sekolah.

“Mereka (makhluk halus) sudah tinggal ribuan tahun di lokasi tersebut,” jelasnya.

Pantauan wartawan Kalteng Pos di lokasi, kesurupan terjadi di beberapa kelas. Bermula dari kelas VII. Lalu menyebar ke kelas lain. Pelajar yang kesurupan terlihat komat-kamit. Ada yang berteriak-teriak. Kejang-kejang.

Ada juga yang berlari ke semak be­lukar belakang bangunan sekolah maupun ke halaman. Membuat para guru dan pelajar lain sibuk melakukan pengejaran dan berusaha menenangkan.

Seorang ustaz didatangkan. Begitu pun Kepala Dinas Pendidikan (Dis­dik) Palangka Raya, Sahdin Hasan. Membantu menenangkan pelajar yang silih berganti kesurupan. Sah­din juga tampak komat-kamit me­manjatkan doa, sambil tangannya memegang dahi.

Pria berkacamata itu juga meminta pihak sekolah memulangkan pelajar, agar korban kerasukan tidak bertam­bah. Hal itu diputuskan oleh Sahdin, lantaran ada perbedaan pendapat dari beberapa guru terkait kepulan­gan sekolah yang dipercepat.

“Saya berharap para dewan guru khususnya wali kelas menghubungi para orang tua, untuk sama-sama menyelesaikan masalah ini,” kata Sahdin.

“Karena saya mendengar dari para guru, bahwa ada orang tua salah satu pelajar yang dapat melihat dan berkomunikasi dengan makhluk halus. Ia meminta kepada pihak sekolah untuk memberikan sesajen berupa bubur merah, bubur putih, telur ayam kampung,” jelasnya.

Keputusan yang bisa dipertim­bangkan. Pasalnya, kesurupan yang terjadi di SMPN 8 kerap berulang. Dalam sepekan terakhir, ada saja pelajar yang kesurupan.

“Kesurupan massal sudah terjadi satu minggu belakangan ini. Hari ini (kemarin, red) paling parah,” timpal Cacah. Dengan adanya peristiwa tersebut menyebabkan beberapa wali murid resah dan khawatir anak-anak mereka menjadi korban. Anca­man pun dilontarkan kepada pihak sekolah.

”Ada ancaman dari orang tua mu­rid, setelah anaknya yang kerasukan hampir kehilangan napas,” ungkap Cacah.

Sementara itu, Kepala SMPN 8, Siti Aminah menegaskan, pihaknya akan menindaklanjuti perintah dari Kadisdik Palangka Raya. Akan me­manggil orang tua anak didik untuk melakukan musyawarah bersama, demi menyelesaikan masalah kesu­rupan massal ini.

“Yang jelas, pihak sekolah tidak akan meliburkan aktivitas belajar mengajar besok (hari ini).

Kejadian ini bukan pertama kali terjadi di SMPN 8 Palangka Raya. Pada tahun 2016 lalu juga pernah terjadi seperti ini (kesurupan, red). Namun, ini paling parah,” pungkas­nya. [psid]

Loading...
loading...