Solidaritas Alumni UI Lintas Generasi Ingatkan Ali Mochtar Ngabalin Tidak Jual Almamater
logo

6 Agustus 2018

Solidaritas Alumni UI Lintas Generasi Ingatkan Ali Mochtar Ngabalin Tidak Jual Almamater

Solidaritas Alumni UI Lintas Generasi Ingatkan Ali Mochtar Ngabalin Tidak Jual Almamater


GELORA.CO - Solidaritas Alumni Universitas Indonesia Lintas Generasi mengeluarkan pernyataan sikap terkait situasi politik yang berkembang.

Ada lima butir penyataan sikap yang diterima redaksi, Senin (6/8). Pertama, meminta agar UI tidak digunakan oleh Ali Mochtar Ngabalin Dkk untuk "dijual" dan tidak untuk memberikan dukungan kepada pihak manapun pada Pilpres 2019.

Kedua, menuntut Rektor UI untuk memberikan teguran keras dan tertulis kepada Ali Mochtar Ngabalin Dkk atas penggunaan nama UI dalam video viral "lanjutkan, lawan, libas" yang beredar di media sosial, yang bersifat mengadu domba anak bangsa.

Ketiga, mereka juga menegur Presiden Joko Widodo yang tidak sepatutnya memprovokasi anak bangsa untuk berpecah-belah dengan ucapannya "relawan harus siap berantem" pada 4 Agustus 2018 di Sentul International Convention Center, Bogor, Jawa Barat, dalam acara temu relawan.

Menurut mereka, tindakan Presiden Jokowi tersebut melanggar sumpah presiden yakni menjaga konstitusi dan dasar negara khususnya Sila Ketiga, Persatuan Indonesia.

Keempat, Presiden Jokowi, elit politik, dan seluruh komponen bangsa semestinya fokus pada menciptakan kesejahteraan, memperbaiki perekonomian rakyat, dan menciptakan kedamaian di tengah masyarakat yang sudah empat tahun terkoyak.

Kelima, mendesak DPR RI membentuk Pansus Adu Domba oleh Presiden, mengingat ucapan tersebut tidak mencerminkan sikap seorang presiden sebagai kepala negara.

Solidaritas Alumni UI Lintas Generasi terdiri dari Salim Hutadjulu, Ishak Rafick, Toufan, Hidayat Matnoer, Herry Hernawan, Ramadhani Akrom, Irwan Djamaluddin, Sofyan Soemantri, Elia Yunus, Buyung Ishak, Sudirman, Subhan, Imir Usman, Muhammad Rizki Ramadhani, Sony Ramawijaya, Effendi Zarkasih, Arief Priambodo, Juju Purwantoro, dan Ramli Kamidin. [rmol]

Loading...
loading...