Ribuan Buruh Sudah Di Bandung, Target 10 Agustus Tiba Di Jakarta
logo

9 Agustus 2018

Ribuan Buruh Sudah Di Bandung, Target 10 Agustus Tiba Di Jakarta

Ribuan Buruh Sudah Di Bandung, Target 10 Agustus Tiba Di Jakarta


GELORA.CO - Ratusan buruh yang melakukan aksi jalan kaki dari Surabaya ke Jakarta sudah sampai di Bandung dan Cimahi, Rabu (8/8).

Aksi yang dimulai sejak 5 Agustus 2018 ini juga diikuti oleh para buruh di Banten. Mereka melakukan aksi jalan kaki dari Cilegon menuju Jakarta.

Buruh dan masyarakat yang dilalui peserta longmarch menyambut antusias isu-isu yang disosialisasikan. Salah satunya mendukung Prabowo Subianto menjadi Presiden di tahun 2019. Teriakan 2019 Ganti Presiden bersahut-sahutan disuarakan peserta longmarch dan disambut hangat masyarakat.

"Para buruh hari ini 8 Agustus 2018 pukul 10.00 sebanyak 150 buruh melanjutkan longmarch jalan kaki start dari kantor DPRD Cimahi menuju Purwakarta, Karawang, Beksai dan berakhir di Jakarta," ujar presiden KSPI Said Iqbal yang memimpin langsung aksi longmarch dari Cimahi melalui pesan elektronik, Kamis (9/8).

Menurutnya, pada 10 Agustus nanti, 20 ribu buruh akan menyambut peserta longmarch yang berjalan kaki, baik yang berangkat dari Surabaya maupun Cilegon. Ribuan buruh tersebut selanjutnya menghantarkan Prabowo Subianto mendaftarkan diri sebagai calon Presiden RI ke KPU.

Selama perjalanan longmarch, para buruh mengajak masyarakat untuk memilih Prabowo sebagai Presiden RI di tahun 2019 sekaligus mensosialisasikan gerakan #2019GantiPresiden.

Iqbal menambahkan kegiatan ini sekaligus menyuarakan isu buruh. Permasalahan yang disampaikan adalah turunkan harga sembako dan listrik, tolak TKA buruh kasa China, dan sehat adalah hak rakyat dan mendesak pemerintah untuk mencabut Peraturan Direksi BPJS Kesehatan yang tidak lagi menanggung operasi katarak, persalinan normal dan rehabiliasi.

"Buruh juga menolak upah murah yang memiskinkan kaum buruh dan rakyat kecil sehingga daya beli menurun, cabut PP 78/2015, lindungi kesejahteraan dan pengakuan pengemudi ojek online, angkat guru dan tenaga honorer menjadi PNS, hapus pemagangan dan outsourcing, serta berikan jaminan pensiun wajib buat buruh yang nilainya sama dengan PNS," tegas Iqbal. [rmol]

Loading...

Komentar Pembaca

loading...