Jenderal Gatot Akhirnya Ungkap Alasan Selalu Cium Tangan SBY dan 3 Jenderal Lainnya Ini
logo

2 Agustus 2018

Jenderal Gatot Akhirnya Ungkap Alasan Selalu Cium Tangan SBY dan 3 Jenderal Lainnya Ini

Jenderal Gatot Akhirnya Ungkap Alasan Selalu Cium Tangan SBY dan 3 Jenderal Lainnya Ini


GELORA.CO - JENDERAL TNI (Purn) Gatot Nurmantyo dikenal sebagai prajurit yang tegas dan teguh dalam bersikap.

Meski demikian, Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo juga dikenal sebagai prajurit yang sopan dan menghormati senior serta orang-orang tua.

Bahkan, Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo tidak segan-segan untuk selalu mencium tangan sejumlah orang yang dirasa pantas untuk diperlakukan seperti itu.

Salah satu senior yang selalu ia cium tangannya saat berjabat tangan adalah Jenderal (Purn) Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Dalam sebuah wawancara dengan statisun televisi swasta, sang presenter menanyakan alasan Gatot Nurmanyo mencium tangan SBY karena bisa diartikan macam-macam, apalagi di tahun politik.

Gatot Nurmantyo pun menjelaskan alasannya mencium tangan Presiden Ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono.

"Sejak Pangkostrad, saya selalu mencium tangan SBY," ujar Gatot Nurmanyo dalam cuplikan video saat diwawancarai reporter RCTI. Video itu di-share di akun instagram Gatot.

Menurut Gatot Nurmanyo, dirinya memiliki ukuran dan kriteria kepada siapa saja harus mencium tangan saat berjabat tangan, termasuk alasannya mencium tangan SBY.

"Saya perlakukan, yang menurut nurani saya, pantas diperlakukan sebagai bapak saya, ya saya cium tangan," kata Gatot Nurmantyo.

Karena itu, ada sejumlah jenderal dan istri jenderal yang selalu ia cium tangannya saat berjabat tangan, selain Jenderal SBY,

Para jenderal dan istri jenderal yang selalu dicium tangannya oleh Gatot Nurmanyo adalah Jenderal (Purn) Try Sutrisno, Jenderal (Purn) George Toisutta, dan terakhir istri Jenderal (Purn) Edi Sudrajat.

"Dengan Pak George Toisutta, Kasad saya, pun saya mencium tangan. Ketemu Pak Try pun saya cium tangan. Kepada istri Pak Edi Sudrajat pun saya mencium tangan," ujar Gatot Nurmanyo.

4 Orang yang Selalu Dicium Tangannya oleh Jenderal (Purn) Gatot Nurmanyo

1. Jenderal (Purn.) Prof. Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono.

Pria kelahiran Tremas, Arjosari, Pacitan, Jawa Timur, 9 September 1949, adalah Presiden ke-RI.

SBY menggantikan Presiden Megawati Soekarnoputri setelah memenangi Pemilu Presiden tahun 2004.

SBY dilantik menjadi Presiden ke-6 sejak 20 Oktober 2004 hingga 20 Oktober 2014 setelah pada 2009 kembali memenangi Pemilu Presiden 2009.

SBY adalah Presiden pertama di Indonesia yang dipilih melalui jalur pemilu.

Presiden SBY-lah yang mengangkat Jenderal (Purn) Gatot Nurmanyo pada 25 Juli 2014 menjadi Kepala Staf TNI AD menggantikan Jenderal TNI Budiman.

Kini SBY adalah Ketua Umum Partai Demokrat. Partai ini disebut-sebut berkoalisi dengan Partai Gerindra dan sejumlah partai lain untuk mengusung bakal calon presiden dan bakal calon wakil presiden pada Pemilu 2019.

2. Ny Lulu Edi Sudrajat.

Ny Lulu Edi Sudrajat memiliki nama asli Lulu Lugiyati.

Ny Lulu adalah istri Jenderal TNI (Purn) Edi Sudradjat, satu-satunya orang yang pernah menjabat sebagai Kepala Staf TNI-AD (KSAD), Panglima ABRI dan Menteri Pertahanan dan Keamanan Indonesia dalam waktu yang bersamaan.

Ny Lulu, seperti ditulis Kompas, adalah satu dari 30 wanita penerbang pertama di Indonesia. Ny Lulu juga aktif di PKPI, partai yang didirikan oleh Edi Sudrajat.

Ny Lulu Edi Sudrajat pada tahun 1964 pernah ikut dalam penerbangan mata-mata malam hari di atas wilayah Malaysia untuk menjatuhkan ribuan selebaran propaganda menentang pembentukan Malaysia.

Ny Lulu Edi Sudrajat lahir di Kuningan, Jawa Barat, 25 November 1941, mengikuti misi terbang dari Banjarmasin, Kalimantan Selatan, ke perbatasan Kalimantan Barat dan Sarawak untuk menyebar selebaran propaganda anti Inggris dan pembentukan Malaysia di sekitar Sri Aman, Entikong, dan wilayah selatan Kota Kuching, Sarawak.

3. Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno.

Try Sutrisno lahir di Surabaya, Jawa Timur, pada 15 November 1935.

Try Sutrisno adalah Wakil Presiden Indonesia ke-6 periode 1993-1998.

Sebelum diangkat sebagai wapres, Try Sutrisno yang ayahnya sopir ambulans, menjabat sebagai Panglima Angkatan Bersenjata Republik Indonesia.

Pada usia 13, Try Sutrisno ingin bergabung dengan Batalyon Poncowati dan melawan tetapi tidak ada yang menganggapnya serius dan ia akhirnya dipekerjakan sebagai kurir.

Try Sutrisno adalah pendiri Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) dan dia berharap partainya bisa menyosong tahun politik dengan hasil yang gemilang.

4. Jenderal TNI (Purn) George Toisutta.

George Toisutta lahir di Makassar, Sulawesi Selatan, 1 Juni 1953.

Dia menjabat sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Darat sejak 29 November 2009 hingga 30 Juni 2011 menggantikan Jenderal TNI Agustadi Sasongko Purnomo setelah diangkat oleh Presiden SBY.

Jenderal George Toisutta menjabat sebagai Panglima Kostrad sejak 2007 hingga tahun 2009.

Pada awal tahun 2012, George Toisutta ditunjuk sebagai komisaris utama OSO Group.

Pada Pilpres 2014, George Toisutta adalah salah satu jenderal yang membela Prabowo Subianto ketika banyak menerima serangan dari senior-seniornya di militer.

Ingin lebih lengkap terkait penjelasan Gatot Nurmantyo kenapa mencium tangan SBY dan sejumlah jenderal, simak dalam video berikut.


Loading...

Komentar Pembaca

loading...