logo

21 Agustus 2018

BNPB Tolak Status Bencana Nasional untuk Lombok

BNPB Tolak Status Bencana Nasional untuk Lombok


GELORA.CO - Badan Nasional Penanggulangan Bencana memastikan gempa bumi di Lombok belum memenuhi syarat untuk dideklarasikan sebagai bencana nasional. Dalam pernyataannya, BNPB menjawab hujan kritik kepada peemerintah sembari mengingatkan, status bencana nasional akan "membuka pintu selebar-lebarnya" bagi bantuan nasional yang bisa menambah rumit pengelolaan bantuan.

"Banyak pihak yang tidak paham mengenai manajemen bencana secara utuh, termasuk penetapan status dan tingkatan bencana," kata Jurubicara BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, seperti dilansir Kompas.

Menurutnya Indonesia sudah berpengalaman menanggulangi bencana dahsyat dan belum pernah mendeklarasikan bencana nasional sejak bencana Tsunami menewaskan lebih dari 100.000 penduduk di Aceh, Desember 2004 silam.

"Banyak pihak beranggapan dengan status bencana nasional akan ada kemudahan akses terhadap sumber daya nasional. Tanpa ada status itu pun saat ini, sudah mengerahkan sumber daya nasional," imbuhnya lagi.

Ia menegaskan pemerintah telah menyediakan dana bantuan bencana senilai 4 triliun Rupiah yang dikelola oleh Kementerian Keuangan dan BNPB. Jumlah dana bantuan masih bisa ditambah atas persetujuan DPR. Sementara dana rekonstruksi dan pembangunan kembali akan dibiayai secara terpisah oleh pemerintah.

BNPB memperkirakan biaya pembangunan kembali akan menelan dana sebesar Rp. 7 triliun.

Gempa bumi berkekuatan di atas 5,0 pada Skala Richter mengguncang pulau Lombok sejak awal Agustus lalu. Hingga kini lebih dari 500 penduduk ditemukan tewas dan lebih dari 74.000 rumah mengalami kerusakan. Akibatnya 431.000 penduduk atau sekitar 13% dari populasi Lombok terpaksa mengungsi.

BNPB memperkirakan total kerugian materiil yang disebabkan gempa bumi mencapai 7,7 triliun Rupiah.

Bantuan Internasional buat Lombok

Sementara itu aliran bantuan untuk korban di Lombok terus mengalir. Setidaknya 10 orang meninggal dunia akibat gempa teranyar akhir pekan lalu. Bantuan antara lain datang dari sejumlah organisasi internasional. "Kami fokus menyediakan kebutuhan dasar untuk kamp pengungsi seperti terpal buat tenda, alat-alat kebersihan, dll," kata Tom Howells dari Save the Children.

"Kami sudah mengirimkan jumlah yang cukup untuk 20.000 orang dalam dua pekan terakhir," imbuhnya.

BNPB juga menegaskan pihaknya mempercepat upaya pembangunan kembali rumah sakit, sekolah dan rumah penduduk yang mengalami kerusakan. Namun organisasi bantuan mengeluhkan sebagian dari 430.000 pengungsi masih kesulitan menjangkau bantuan makanan, tenda atau air bersih. "Ada kerusakan pada infrastruktur air bersih yang sejak awal memang dalam kondisi buruk lantaran minimnya air tanah dan musim kering," kata Howells. [sindonews]

Loading...
loading...