Barisan Muda PAN ke Moeldoko: Pecat Ngabalin!
logo

8 Agustus 2018

Barisan Muda PAN ke Moeldoko: Pecat Ngabalin!

Barisan Muda PAN ke Moeldoko: Pecat Ngabalin!


GELORA.CO -  Barisan Muda (BM) PAN tak terima dengan sikap Tenaga Ahli Kedeputian IV Kantor Staf Presiden, Ali Mochtar Ngabalin. Mereka meminta Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko memecat Ngabalin.

"Supaya proses kontestasi Pilpres mengedepankan semangat persatuan Indonesia maka masukan kami untuk Pak Moeldoko selaku Kepala Staf Kepresidenan mungkin ini momentum yang tepat mengganti Ngabalin dengan orang yang lebih kompeten," kata Ketua BM PAN, Aria Ganna, dalam keterangan persnya, Rabu (8/8/2018).

Aria ingin Moeldoko mengganti Ngabalin supaya Ngabalin tidak membuat pernyataan blunder lebih banyak lagi. Selama ini, pernyataan Ngabalin dinilai hanya membikin gaduh politik nasional. Pernyataan Ngabalin juga dinilai jauh dari semangat KSP yang mengedepankan substansi dan analisa terukur.

"Mengingat setiap blunder tidak hanya menimbulkan kegaduhan akan tetapi juga image KSP secara keseluruhan," kata Ngabalin.

Sejumlah pernyataan Ngabalin menjadi sorotan. Pertama, Ngabalin dinilai melecehakan Amien Rais. Ini bisa membuat marah para pengikut Amien Rais.

"Menanggapi pernyataan Ngabalin yang melecehkan Amien Rais menurut Barisan Muda PAN sudah sangat keterlaluan. Pertama, Perlu diingat bahwa Amien Rais bukan semata-mata Ketua Dewan Kehormatan PAN akan tetapi juga Tokoh Islam yang pernah menjadi Ketua Umum Muhammadiyah. Pernyataan Ngabalin sangat berpotensi menyulut emosi santri-santri Amien Rais," tutur Ngabalin.

Pernyataan Ngabalin menolak PAN bergabung dengan koalisi Jokowi juga dinilai tidak tepat. Soalnya, Ngabalin tak berhak berkomentar soal pembentukan koalisi. Bahkan atasan Ngabalin tak pernah bicara soal koalisi.

"Kedua, pernyataan Ngabalin melampaui kewenangannya yang mengatakan "PAN Tidak Usah Gabung Jokowi". Ngabalin bukan Ketum atau Sekjen partai koalisi pemerintah, bahkan atasannya langsung Ngabalin yaitu Deputi IV KSP Eko Sulistyo tidak pernah secara terbuka mengomentari proses pembentukan koalisi. Pak Moeldoko yang atasan Ngabalin jauh pun hati-hati mengomentari proses komunikasi antar partai koalisi," tutur Aria.

Kata-kata yang dipilih Ngabalin juga dinilai provokatif dan offside. Dia membandingkan gaya bicara Ngabalin dengan gaya bicara Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang dulu pernah menjabat sebagai Gubernur Jakarta. Ahok dulu dikenal punya prestasi namun dibelit masalah gara-gara perkataan kasar. Ngabalin juga berkata kasar namun tanpa prestasi.

"Ketiga, pernyataan Ngabalin sering sekali menggunakan pilihan kata yang provokatif cenderung kasar. Pak Ahok yang punya prestasi saja gara-gara cara bertuturnya yang keras menjadi kontraproduktif buat dirinya. Apalagi sudah tidak punya prestasi, ngomongnya cenderung kasar seperti peribahasa tong kosong berbunyi nyaring," tutur Aria. [detik]

Loading...

Komentar Pembaca

loading...