logo

17 Agustus 2018

Alumni Presidium 212 Minta Ma'ruf Amin Mundur dari MUI dan PBNU

Alumni Presidium 212 Minta Ma'ruf Amin Mundur dari MUI dan PBNU


GELORA.CO - Posisi bakal Cawapres, Ma'ruf Amin sebagai ketua umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) diyakini akan mempengaruhi netralitas lembaga agama terbesar di Indonesia tersebut dalam ajang Pilpres 2019.

Untuk itu, Ketua Umum Alumni Presidium (AP) 212, Aminuddin meminta Ma'ruf bersedia mengundurkan diri dari jabatan ketum MUI termasuk dan Rais Aam Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU).

"Ya pasti mempengruhi (netralitas MUI). Kita sebagai orang Nahdliyin kultural, kita mengharapakan Kiai Ma'ruf untuk mundur dari jabatan-jabatanannya dan sebagai ketau MUI maupun Rais Aam PBNU," katanya usai diskusi bertajuk 'Menebak Arah Politik 212' di kawasan Manggarai, Jakarta Selatan, Kamis (16/8).

Dia menuntut agar Ma'ruf mundur dari dua jabatan penting itu karena sejak awal, NU memilih khittah alias jalur dakwah bukan politik.

"Kalau jalur politik sekarang ini kan ada PKB," ujar Aminuddin.

Kalau MUI dan PBNU mengambil jalur politik praktis, menurut dia itu bakal membuat umat Islam menjadi kebingungan.

Lebih lanjut diakuinya, warga Nahdliyin memang jumlahnya sangatlah banyak di negeri ini. Hal itulah yang menjadikan posisi ketum MUI dan Rais Aam PBNU sangatlah strategis untuk menarik suara di ajang pesta rakyat lima tahunan.

"Kalau mau berkiprah di politik, harus segera meletakkan jabatannya. Saya takzim sama Kiai Mustafa Bisri yang mengatakan, beliau keras statemenetnya, bahwa beliau (Ma'ruf Amin) harus mundur," pungkas Aminuddin.

PBNU sendiri sudah berencana untuk menggelar rapat Mustasyar untuk mencari Rais Aam yang baru, yaitu selepas Ma'ruf menjalankan ibadah Haji di Tanah Suci, Mekkah. [rmol]

Loading...
loading...