logo

5 Agustus 2018

Alumni dan Mahasiswa UI Sesalkan Pernyataan Ngabalin Cs

Alumni dan Mahasiswa UI Sesalkan Pernyataan Ngabalin Cs


GELORA.CO - Alumni dan Mahasiswa Universitas Indonesia (UI) Bangkit untuk Keadilan menyesalkan nama UI dimanfaatkan oleh sekelompok orang untuk tujuan politik praktis.

Sebelumnya beredar video yang berisi pernyataan Tenaga Ahli Utama Kedeputian IV Kantor Staf Presiden, Ali Mochtar Ngabalin bersama sejumlah orang yang mengaku alumni UI menyampaikan pernyataan dukung Jokowi dengan tagline yang bernada provokatif, “Lanjut, Lawan, Libas”.

SIMAK: Ngabalin dan Pro-Jokowi Serukan "Lanjutkan, Lawan, Libas", Politisi Demokrat: Mengerikan!

Dalam video tersebut, seorang perempuan menyebut kalimat,” UI For Jokowi.” Hal ini pun disesalkan Herry Hernawan, Ketua Badan Pekerja Alumni dan Mahasiswa Universitas Indonesia (UI) Bangkit untuk Keadilan.

“Menyesalkan adanya penyebutan “UI for Jokowi”, yang dapat diartikan mengkaitkan UI sebagai suatu Lembaga Pendidikan Terkemuka di Negeri ini dengan pemihakan terhadap seseorang untuk Pilpres 2019,” kata kata Herry melalui keterangan tertulisnya, Ahad (5/8).

Karena, lanjut Herry, sebagai lembaga pendidikan tinggi, Universitas Indonesia tidak turut campur dalam masalah politik praktis.

Herry juga menilai penyebutan kalimat tersebut tak sejalan dengan pernyataan sebelumnya dalam video tersebut dimana mereka mengaku sebagai kaum terpelajar.

“Pengkaitan yang menyesatkan tersebut, jelas tidak sejalan, bahkan kontradiktif, dengan pernyataan mereka sebelumnya sebagai masyarakat yang amat terpelajar,” tegas Herry.

Adapun isi lengkap pernyataan pers tersebut seperti diuraikan di bawah ini.

PERNYATAAN PERS ALUMNI DAN MAHASISWA UI BANGKIT UNTUK KEADILAN

Sehubungan dengan adanya sebuah video pendek dari oknum2 yg menyatakan diri sebagai Alumni Universitas Indonesia, dengan ini kami menyatakan sbb :

1. Menyesalkan adanya penyebutan “UI for Jokowi”, yang dapat diartikan mengkaitkan UI sebagai suatu Lembaga Pendidikan Terkemuka di Negeri ini dengan pemihakan terhadap seseorang untuk Pilpres 2019. Karena sebagai lembaga pendidikan tinggi, Universitas Indonesia tidak turut campur dalam masalah politik praktis.

2. Pengkaitan yang menyesatkan tersebut, jelas tidak sejalan, bahkan kontradiktif, dengan pernyataan mereka sebelumnya sebagai masyarakat yang amat terpelajar.

3. Seyogyanya mereka semua mempelajari dahulu Tata Bahasa Indonesia dan makna serta konsekuensi dari nama serta aktivitas suatu institusi.

Demikian, semoga maklum.

Jakarta, 5 Agustus 2018.
Alumni dan Mahasiswa UI Bangkit Untuk Keadilan

Herry Hernawan
Ketua Badan Pekerja. [swa]

Loading...
loading...