Tommy Soeharto Angkat Bicara tentang Kasus Pembunuhan yang Pernah Menjeratnya
logo

12 Juli 2018

Tommy Soeharto Angkat Bicara tentang Kasus Pembunuhan yang Pernah Menjeratnya

Tommy Soeharto Angkat Bicara tentang Kasus Pembunuhan yang Pernah Menjeratnya


GELORA.CO - Tommy Soeharto angkat bicara tentang kasus pembunuhan yang pernah menjeratnya.

Dilansir TribunWow.com, Tommy menanggapi kasus tersebut dalam acara 'Mata Najwa' yang ditayangkan pada Rabu (11/7/2018).

Najwa Shihab selaku pemandu acara terlihat tengah mewawancarai Tommy di kediaman keluarga Cendana.

Di awal wawancara, Najwa langsung menanyakan kasus pembunuhan yang pernah menjerat putra bungsu mantan Presiden Soeharto itu di tahun 2002 silam.

Najwa juga menyinggung keputusan Tommy membentuk partai politik baru yang bernama Partai Berkarya.

"Embel-embel narapidana pembunuhan, sebagai ketua umum partai, berat tidak sih embel-embel napi pembunuhan di nama anda?" tanya Najwa.

"Tidak karena memang sudah dijalankan. Secara hukum juga sudah bebas murni dan MK sudah memutuskan bebas murni. Kalau ada masyarakat yang mengaitkan seperti itu ya boleh-boleh saja. Itu hak mereka," kata Tommy Soeharto.

"Selama persidangan, tidak ada saksi yang memberatkan saya. Yang menyatakan bahwa saya pelakunya atau dalangnya. Tak ada satu pun," tambahnya.

Najwa juga menjelaskan bahwa sebenarnya Tommy sempat divonis penjara selama 15 tahun.

Selama menjalani hukuman itu, vonis Tommy terus turun.

"Walau vonisnya kemudian 15 tahun, kemudian turun menjadi 10 tahun, dan kemudian dipenjara kurang dari 6 tahun," kata Najwa.

"Yang namanya PK (Peninjauan Kembali) harusnya ditolak atau diterima. Tapi ini nggak, diterima tapi cuma sebagian. Makanya ini keputusan kan jadi dipertanyakan," kata Tommy.

Selama menjalani hukuman, Tommy mengaku bahwa dirinya lebih dekat dengan Tuhan.

Tommy juga mengatakan dirinya lebih fokus ke perusahaannya.

Najwa penasaran dengan pesan yang disampaikan oleh Soeharto saat Tommy menjalani hukuman di penjara.

"Apa yang waktu itu kerap disampaikan Pak Harto ketika anda mengalami masa hukuman itu," tanya Najwa.

"Sabar, sing sabar (yang sabar)," jawab Tommy sambil tersenyum ramah.

Selengkapnya dapat disaksikan dalam video berikut.



Loading...
loading...