logo

5 Juli 2018

Sejumlah Tokoh Angkat Bicara Tanggapi Pernyataan TGB Zainul Majdi tentang Pemerintah Butuh 2 Periode

Sejumlah Tokoh Angkat Bicara Tanggapi Pernyataan TGB Zainul Majdi tentang Pemerintah Butuh 2 Periode


GELORA.CO - Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Tuan Guru Bajang (TGB) Zainul Majdi menyatakan bahwa pemerintah membutuhkan waktu dua periode agar tercapai visi-misinya.

Pernyataan tersebut disampaikan TGB berdasarkan pengalaman pribadinya saat menjadi Gubernur yang membutuhkan waktu 2 periode dalam menjadikan NTB menjadi lebih maju.

"Menurut saya, untuk kasus saya, NTB membutuhkan waktu 2 periode, konteks NTB dengan segala keterbatasannya butuh 2 periode. Untuk Indonesia menurut saya fair jika kita memberikan kesempatan kepada pemimpin untuk melaksanakan visi visinya secara berkelanjutan untuk dua periode," ujar TGB seperti yang dikutip TribunWow.com dari tayangan Youtube CNN Indonesia, Rabu (4/7/2018).

Lihat videonya:


Menanggapi hal tersebut, sejumlah tokoh ikut berkomentar.

Politikus PKPI, Teddy Gusnaidi menganggap satu persatu mulai menyadari bahwa Jokowi tidak merugikan mereka, termasuk TGB.

"Satu persatu mulai menyadari, sikap mereka yang lalu terhadap Jokowi berlebihan dan bisa dibilang kurang pantas, mengingat Jokowi tidak pernah merugikan mereka apalagi menyakiti mereka.

TGB Zainul Majdi: Sangat Fair Dukung Jokowi Dua Periode," tulis Teddy Gusnaidi.

Kicauan Teddy Gusnaidi

Sementara itu, TGB yang maju Gubernur diusung oleh demokrat juga mendapatkan tanggapan dari sesama kader Demokrat, Ferdinand Hutahaean.

Menurut Ferdinand, dukungan TGB itu tidak menarik bagi demokrat.

"TGB Dukung Jokowi?

Ah biar saja, dr dulu sy sdh tau. Ngga menarik bagi Demokrat,"tulis Ferdinand melalui akun Twitter, @LawanPolitikJKW.

Kicauan Ferdinand Hutahaean

Sementara Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan pernyataan TGB tersebut merupakan hak untuk menyatakan dukungan.

"TGB dukung Jokowi kok marah-marah? Ya gak apa. Siapa saja berhak dukung siapa saja. Siapa saja berhak mencalonkan siapa saja. Jomblo aja tetap bebas memilih kok namun akan lebih gembira klo pilihannya banyak," tulis Dahnil.

Kicauan Dahnil Anzar Simanjuntak

Loading...
loading...