logo

27 Juli 2018

Polisi Cabut Jamur Tumbuh di Makam, Keluarga: Ada yang Pingsan

Polisi Cabut Jamur Tumbuh di Makam, Keluarga: Ada yang Pingsan


GELORA.CO - Kendati jamur yang tumbuh di atas makam warga di Lingkungan Mojan, Kelurahan Bintoro, Kecamatan Patrang telah dicabut oleh polisi, nyatanya keluarga menyayangkan tindakan ini.

"Ya kalau mau jujur sih kita sebenarnya tidak terima dan menyayangkan pencabutan jamur itu. Tapi ya gimana lagi, kita ini kan cuma orang kecil," kata salah seorang keluarga Mina, Paiman saat ditemui detikcom, Jumat (27/7/2018).

Bahkan menurut Paiman, ada anggota keluarga yang pingsan karena stres memikirkan tindakan polisi tersebut.

"Ada anggota keluarga yang sempat pingsan, ya karena kepikiran terus setelah jamur dicabut," ungkapnya.

Paiman menambahkan, sebenarnya tidak ada alasan yang kuat bagi kepolisian untuk mencabut jamur tersebut. Apalagi jika dalihnya hanya mencegah orang berbuat syirik.

"Lha wong yang datang ke sini kebanyakan cuma ingin melihat kok. Tidak ada yang datang sambil membawa air atau apa untuk mengobati penyakit," tukas Paiman.

"Kemudian ada lagi alasan katanya jamur ini rekayasa. Sengaja agar tumbuh dan dilihat banyak orang terus dibuat bisnis. Nggak ada itu, ya memang jamurnya tumbuh sendiri. Kita pun tidak manarik uang bagi yang datang," sambung Paiman.

Paiman mengakui, sebelum mencabut jamur, petugas memang sempat datang ke rumah keluarga pemilik makam. Saat itu petugas meminta pihak keluarga yang mencabut sendiri jamur berdiameter 60 cm tersebut. Namun keluarga menolak.

"Kami memang nggak mau mencabutnya. Terus polisi bilang akan mencabut dan mereka minta izin. Ya sudah kita tidak bisa menolak. Orang seperti kita ini kalau didatangi polisi, apalagi bersama tentara, kan ya nggak berani menolak," terangnya.

Sejak jamur itu dicabut, tak ada lagi warga yang datang ke kompleks makam untuk melihatnya.

"Mungkin mereka sudah tahu kalau jamurnya sudah nggak ada. Sudah dibawa ke Polsek Patrang," tutupnya. [dtk]

Loading...
loading...