PA 212 Gelar Aksi 67 Hari Ini, Tolak Iriawan hingga SP3 Sukmawati

PA 212 Gelar Aksi 67 Hari Ini, Tolak Iriawan hingga SP3 Sukmawati

Gelora News
facebook twitter whatsapp

GELORA.CO -  Persaudaraan Alumni (PA) 212 kembali beraksi hari ini. Mereka menuntut sejumlah hal mulai penolakan Pj Gubernur Jawa Barat M Iriawan hingga SP3 atau penghentian penyelidikan kasus Sukmawati Soekarnoputri. Sekitar 6.500 personel kepolisian dikerahkan untuk mengamankan aksi.

Aksi bertajuk 'Ummat Bersatu Tegakkan Keadilan' tersebut bakal digelar di Bareskrim Polri di gedung Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta Pusat. Mereka bergerak mulai dari kantor Kemendagri, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat.

"Aksinya mulai dari Masjid Istiqlal, salat Jumat itu. Habis itu ke Mendagri sama Bareskrim untuk menuntut aksi nasional penegakan keadilan," kata Korlap aksi yang disebut Aksi 67,Fikri Bareno, Senin (2/7/2018).

Fikri mengatakan, aksi 67 diperkirakan akan diikuti 5.000 orang. Mereka akan menyatakan penolakan terhadap Pj Gubernur Jawa Barat M Iriawan, mendorong pengusutan kasus e-KTP, menolak Surat Perintah Penghentian Penyelidikan (SP3) Sukmawati Soekarnoputri, mendorong pengusutan kasus Victor Laiskodat, mendesak penangkapan Ade Armando dan eks gubernur Kalimantan Barat Cornelis, serta menuntut pembebasan Alfian Tanjung. 

Aksi ini direncanakan diikuti 5.000 orang. Polda Metro Jaya siap mengamankan situasi dengan menyiapkan 6.500 personel gabungan. Rekayasa lalu lintas akan dilakukan secara situasional.

"Untuk saat ini belum ada penambahan personel untuk pengamanan aksi. Rekayasa lalu lintas situasional," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono kepada detikcom, Kamis (5/7/2018) malam. 

Aksi itu mendapat penolakan dari kelompok lain yakni Aliansi Peduli Ulama Indonesia. Mereka berdemo di depan Balai Kota meminta agar Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membatalkan demo tersebut. 

"Kami meminta Gubernur DKI Jakarta agar menghentikan gerakan '67' di Bareskrim dan Kemendagri karena ada kepentingan politik yang disusupi bagi kami," kata koordinator aksi Dullah di depan Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat

Saat ditanyakan langsung ke Anies, dia menyebut tidak mengetahui apa-apa terkait aksi tersebut. Anies hanya berharap agar aksi berjalan dengan aman. 

"Nggak ada komentar, mudah-mudahan tidak ada apa-apa," singkat Anies di Hotel Grand Cempaka, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Kamis (5/7/2018).[dtk]
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita