logo

25 Juli 2018

Heboh Langit Siberia Mendadak Gelap Berjam-jam di Siang Bolong

Heboh Langit Siberia Mendadak Gelap Berjam-jam di Siang Bolong


GELORA.CO - Warga di distrik Yakutia, Siberia, Rusia dihebohkan dengan peristiwa langit yang mendadak gelap di siang bolong. Banyak yang mengaitkan peristiwa tersebut dengan hal mistis, konspirasi datangnya UFO hingga peluncuran senjata baru. 

Perubahan langit di wilayah terdingin di Rusia itu terjadi pada 20 Juli lalu sekitar pukul 11.30 hingga pukul 14.00 waktu setempat. Semula langit berwarna kuning kegelapan hingga akhirnya gelap total sampai malam hari. Padahal bulan Juli di Siberia masih masuk dalam musim semi. 

Dilaporkan media setempat, The Siberian Times, Rabu (25/7/2018), warga mengatakan tidak ada debu polusi saat kejadian. Awalnya mereka menduga itu adalah mendung dan hujan akan turun. Namun tidak terjadi hujan. Ketakutan pun menyelimuti mereka. 

"Banyak yang takut. Khususnya orang tua. Itu tidak langsung gelap tapi secara bertahap. Biasanya stasiun informasi cuaca akan menginformasikan jika terjadi gerhana tapi ini tidak," kata seorang warga. 

"Kami tidak tahu harus berbuat apa. Banyak yang memakai obor saat hendak keluar. Rasanya seolah hari sudah mendung, matahari menutupi awan tapi tidak ada hujan. Kami mencoba menebak apa yang mungkin terjadi," ujar warga lainnya.

Selain itu, warga juga mengungkapkan adanya penurunan suhu hingga minus 4 derajat celcius. Sebelumnya di sekitar wilayah Yakutia memang terjadi kebakaran hutan.

Dikutip dari Live Science, peristiwa yang terjadi di Yakutia kemungkinan sebagai dampak dari kebakaran puluhan ribu hektar hutan yang terjadi pada Mei 2018 lalu. Observatorium NASA menyebut, asap dan aerosol dari kebakaran itu dilepaskan hingga ke kota lain. Belum ada penjelasan resmi tentang fenomena tersebut.

Fenomena alam yang langka dan aneh memang kerap terjadi di Siberia. Seperti 'hujan darah' yang terjadi pada awal Juli 2018 lalu. Ternyata 'hujan darah' disebabkan dari polusi yang diakibatkan dari industri di sana.[dtk]

Loading...
loading...