logo

20 Juli 2018

Ferdinand Hutahaen dan Suryo Prabowo Tanggapi soal Pengangkatan Ali Ngabalin sebagai Komisaris AP I

Ferdinand Hutahaen dan Suryo Prabowo Tanggapi soal Pengangkatan Ali Ngabalin sebagai Komisaris AP I


GELORA.CO - Kadiv Advokasi dan Hukum Partai Demokrat turut menanggapi pengangkatan Tenaga ahli utama Kantor Staf Presiden (KSP), Ali Mochtar Ngabalin sebagai komisaris Angkasa Pura (AP) I.

Dilansir TribunWow.com, hal tersebut ia sampaikan melalui akun Twitter, @LawanPolitikJKW, yang diunggah pada Kamis (19/7/2018).

Ferdinand awalnya mengucapkan selamat kepada Ali Ngabalin.

Meski demikian, ia menyebut jika pengangkatan ini dapat memacu pihak-pihak yang ingin naik jabatan untuk memuji Presiden Joko Widodo (Jokowi) mati-matian.

"Selamat pak Ngabalin.
Pengangkatan Ngabalin ini akan memacu yang lain yang ingin jabatan untuk memuji Jokowi mati matian," tulis @LawanPoLitikJKW.

Selain Ferdinand, Mantan Kepala Staf Umum Tentara Nasional Indonesia (TNI), Suryo Prabowo juga turut memberikan komentar.

Suryo Prabowo menanyakan apakah pengangkatan ini berkaitan dengan keberanian Ali Ngabalin saat menghadapi Rocky Gerung di acara Indonesia Lawyer Club (ILC) beberapa hari lalu, saat membahas mengenai divestasi saham Freeport.

Diketahui, dalam acara tersebut Ali Ngabalin sempat berdebat dengan Rocky Gerung hingga meminta Karni Ilyas mengusir Rocky dari ruangan, meski ditolak oleh Karni.

"Keberanian Ngabalin mengusir @rockygerung di @ILC_tvOnenews membuatnya Jadi Komisaris Angkasa Pura I ?" tanyanya dalam akun @mariertema.

Postingan Ferdinand Hutahaean dan Suryo Prabowo
Sementara itu, Ali Ngabalin membantah jika pengangkatan jabatannya itu dikatakan sebagai balas jasa dari Jokowi.

Menurutnya, penunjukannya sebagai komisaris Angkasa Pura I sudah dibicarakan sejak awal tahun.

Sedangkan ia masuk ke Istana pada Mei 2018.

"Sudah lama, awal-awal tahun ini sudah ada pembicaraan. Ini biasa saja. Ini tentu saja sama seperti yang lain. Jadi, presiden komisaris dan lain-lain," kata Ngabalin kepada Kompas.com , Selasa (19/7 / 2018).

Meski telah diangkat sebagai komisaris, Ali Ngabalin menyatakan akan tetap melaksanakan tugas sebagai Tenaga Ahli Utama di Kedeputian IV KSP yang membidangi Komunikasi dan Diseminasi Informasi.

"Saya yakin tugas berbakat di KSP tidak berubah dengan jabatan baru sebagai Komisaris. Kalau komisaris kan tugas itu memberi tugas, pengawasan terhadap jalannya perusaahan. Memberi nasihat ke presiden direktur dan para direktur," imbuh Ngabalin.

Ali Mochtar Ngabalin ditentukan menjadi anggota Dewan PT Angkasa Pura I menggantikan pejabat sebelumnya Selby Nugraha Rahman.
Keputusan itu dilakukan oleh Kementerian BUMN melalui penanggung jawab Dewan Komisaris AP I.

Berikut daftar lengkap susunan baru Dewan Komisaris AP I :

1. Komisaris Utama Djoko Sasono,

2. Anggota Dewan Komisaris: Harry Z Soeratin.

3. Anggota Dewan Komisaris: Suprasetyo.

4. Anggota Dewan Komisaris: Ali Mochtar Ngabalin.

5. Anggota Dewan Komisaris: Tri Budi Satriyo.

6. Anggota Dewan Komisaris Independen: Anandy Wati.

Dikutip dari Tribunnews, pengangkatan dan pemberhentian susunan komisaris ini berdasarkan Surat Keputusan Menteri BUMN selaku Rapat Umum Pemegang Saham PT Angkasa Pura I (Persero) Nomor SK-210MBU / 07/2018 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Anggota-anggota Dewan Komisaris dan Penetapan Komisaris Independen PT Angkasa Pura I (Persero) ) tanggal 19 Juli 2018.

Penyerahan salinan surat keputusan tersebut dilakukan oleh Asisten Deputi Bidang Jasa Keuangan, Jasa Survei, dan Konsultan II Kementerian BUMN Wien Irwanto kepada pejabat Komisaris baru yang dihadiri oleh jajaran Direksi dan Komisaris Angkasa Pura I beserta pejabat Kementerian BUMN, Kamis (19/7/2018) di Kantor Kementerian BUMN.[tribun]

Loading...
loading...