Fahri Hamzah: Begitu Ada Kapal Tenggelam Cuma 2 Pekan Sudah Bikin Monumen
logo

6 Juli 2018

Fahri Hamzah: Begitu Ada Kapal Tenggelam Cuma 2 Pekan Sudah Bikin Monumen

Fahri Hamzah: Begitu Ada Kapal Tenggelam Cuma 2 Pekan Sudah Bikin Monumen


GELORA.CO - Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah kembali menuliskan tanggapannya soal pemerintah yang menurutnya tak mengerahkan usaha maksimal terkait insiden tenggelamnya sebuah kapal.

Hal tersebut disampaiakan Fahri Hamzah melalui akun Twitter miliknya, @Fahrihamzah  pada Kamis (5/7/2018).

Fahri Hamzah menyebut jika di Indonesia 75 persen wilayahnya berupa perairan.

Ia juga menyebut jika bangsa ini kerap berbicara soal kemaritiman dan ingin menguasai peraiaran nusantara akan tetap berbanding terbalik dengan realita yang ada.

Saat ada kapal tenggelam, menurutnya, pemerintah tak melakukan usaha maksimal untuk mencari korban.

Fahri menambahkan pendapatnya bahwa tampak pemerintah menyerah dan pejabat hemat bicara terkait peristiwa itu.

"Bumi ini 75% air.

Indonesia 75% air.

Saban hari bicara maritim.

Kita mau kuasai perairan nusantara.

Begitu ada kapal tenggelam cuman 2 pekan sudah bikin monumen. Pencarian dihentikan, negara menyerah ..dan beritanya hilang.

Semua pejabat hemat bicara," tulisnya.


Setelah itu, Fahri lantas menceritakan kisah pamannya yang hilang di selat Alas lantaran kapal yang ditumpanginya tenggelam.

Anggota Legislatif alumni Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia itu mengaku bahwa keluarganya sangat merasa kehilangan.

"Waktu SD Saya pernah kehilangan paman (adik ibu saya), kapalnya tenggelam di selat alas.keluarga kami menunggu bertahun2 dan ibu saya Gak mau makan ikan kaut sampai sekarang.kelompok kalian Gak tahu perasaan orang kehilangan. sadis, tega," tulisnya


Setelah itu, cuitan Fahri Hamzah mendapatkan respon dari netizen dengan akun @serarege, yang menyebut jika tim Basarnas memiliki SOP dalam melaksanakan tugas dan meminta Fahri Hamzah tidak berpikir negatif terhadap keputusan pemerintah.

"Harapannya semua ditemukan bang dan dibasarnas tentu ada SOP, jika dlm pelaksanaan tidak sesuai dengan SOP atau perlu informasi lebih lanjut alangkah lebih baik meminta penjelasan ke pihak terkait. Kita semua juga berduka, jdi abang ndk perlu lah su'udzon macam tuh," tulis akun tersebut.

Mendapat tanggapan seperti itu, Fahri Hamzah lantas mengkaitkan dengan musibah Tsumani Aceh pada tahun 2004.

Fahri menyebutkan, pada saat itu, semua negara membawa teknologi dan membantu mencari korban yang hilang.

Sehingga menurutnya, hal itu juga bisa dilakukan jika presiden serius mencari solusi terhadap permasalahan tersebut.

"Waktu tsunami di aceh, seluruh dunia datang membawa teknologi membantu kita.karena dikeroyok maka beban besar itu terasa ringan; saya lihat sendiri teknologi identifikasi manusia, anjing pelacak dll. Jadi kalau serius presiden angkat talipun (bahasa Betawi) dong," tulisnya.


Seperti yang diketahui, dalam sebulan terakhir telah terjadi beberapa kecelakaan kapal di perairan Indonesia.

Salah satunya adalah insiden tenggelamnya KM Sinar Bangun di perairan Danau Toba, Senin (18/6/2018).

Proses pencarian dihentikan tepat hari ke-16 pencarian korban hilang KM Sinar Bangun tersebut yakini pada Selasa (3/7/2018).

Kepala Kantor SAR Medan, Budiawan mengatakan walaupun proses penacarian telah dihentikan, tetapi sejumlah personel dari Tim SAR daerah tetap akan memantau di perairan Danau Toba, Sumatera Utara.

"Benar untuk secara nasional sudah dihentikan. Setelah ini kita laksanakan operasi rutin yang ada di Parapat. Ada personel SAR di sini," kata Budiawan, Selasa (3/7/2018) seperti yang dilansir TribunWow.com dari TribunMedan.

Budiawan menjelaskan selain personel Tim SAR, peralatan seperti kapal, dan perahu karet juga masih disiagakan guna melancarkan operasi rutin di perairan Danau Toba.

Hal itu dilakukan untuk berjaga-jaga apabila adanya laporan temuan jasad yang mengapung di perairan Danau Toba, personel Tim SAR dapat segera melakukan evakuasi.

Sementara itu, proses pencarian korban telah dilakukan pada tanggal 18 Juni hingga 3 Juli 2018.

Hasil proses pencarian tersebut, Sebanyak 21 orang berhasil selamat dan 3 orang dalam keadaan meninggal dunia. Serta 164 orang masih dinyatakan hilang di perairan Danau Toba.

Pembangunan Monumen

Sebuah monumen akan dibangun untuk mengenang para korban KM Sinar Bangun.

Dilansir TribunWow.com dari TribunMedan, peletakkan batu pertama pembangunan Monumen KM Sinar Bangun dipimpin langsung Bupati Simalungun JR Saragih di Pelabuhan Tigaras, Kabupaten Simalungun, Selasa (3/7/2018).

Satu per satu perwakilan keluarga korban tragedi KM Sinar Bangun meletakkan batu sebagai tanda awal dibangunnya monumen.

Para pemuka agama turut menghadiri prosesi tersebut.

Monumen itu nantinya akan menampilkan 188 nama penumpang KM Sinar Bangun, termasuk yang selamat, meninggal dunia, dan hilang.

Tak hanya nama, monumen itu juga akan menampilkan data tanggal lahir setiap korban.[tribun]

Loading...
loading...