10 Juli 2018

Eks Jubir Presiden Gus Dur: Kita Ingin Leader, Dapatnya Dealer

Eks Jubir Presiden Gus Dur: Kita Ingin Leader, Dapatnya Dealer


GELORA.CO - Sistem pemilu di Indonesia bermasalah. Pemilihan pimpinan di Indonesia sangat absurd. Baik dalam Pilkada kabupaten/kota, pilgub hingga pilpres. Ingin mendapat leader, tapi yang diperoleh dealer.

"Sistem pemilu kita memang bermasalah. Pemilihan pimpinan di negara kita, baik pilkada, pilgub hingga pilpres sangat absurd. Kita ingin mendapatkan leader, dapatnya dealer," ungkap Adhie Massardi, Jurubicara Presiden RI ke-4 Abdurrahman Wahid kepada wartawan, Senin (9/7).

Kata Adhie, karena sistem yang bermasalah terus dipakai, terjadi iklim transaksional yang berkelanjutan. Antara lain soal politik uang. "Sistem pemilu saat ini, mustahil melahirkan pemimpin yang sesungguhnya."

Pada acara yang berlangsung di kediaman Rizal Ramli juga dihadiri Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar itu, Adhie menjelaskan, sistem pemilu seperti ini mustahil melahirkan pemimpin yang sesungguhnya.

"Tidak memungkinkan untuk melahirkan pemimpin yang betul-betul leader, memiliki amanah, karena sistemnya yang bermasalah," ungkap salah satu inisiator Gerakan Masyarakat Sipil untuk Pemilu Bersih ini.

Untuk itu, lanjut Adhie, dirinya mendukung sepenuhnya langkah rekan-rekan akademisi dan praktisi politik yang kini sedang melakukan gugatan terhadap Presidential Threshold (PT) di Mahkamah Konstitusi.

Menurut Adhie, istilah PT juga sudah salah kaprah. Ia mencontohkan dengan parliementary threshold, artinya partai yang perolehan suaranya tidak memenuhi ambang batas tidak bisa masuk parlemen.

"Jika diartikan dengan PT, presiden terpilih dengan perolehan suara sekian persen, tidak memenuhi kuota, maka dia tidak akan menjadi presiden," pungkasnya.[rmol]

under construction
loading...