Ditawari Rp 150 M, Fahri Minta Maaf Tolak Semua Tawaran Parpol
logo

19 Juli 2018

Ditawari Rp 150 M, Fahri Minta Maaf Tolak Semua Tawaran Parpol

Ditawari Rp 150 M, Fahri Minta Maaf Tolak Semua Tawaran Parpol


GELORA.CO - Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah setelah dipecat secara sepihak oleh sejumlah Pimpinan PKS dan tidak lagi dijadikan sebagai caleg PKS, menyebut banyak menerima tawaran dari berbagai partai politik terutama mendekati Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019 ini.

Atas tawaran pindah parpol, Fahri dengan kerendahan hati menyampaikan terimakasih, namun meminta maaf karena tidak bisa memenuhinya.

"Dengan segala hormat saya mohon maaf, serta juga saya ucapkan terima kasih kepada semua partai yang menawarkan saya (jadi kader/bacaleg parpol) mulai dari ketua umum, sekjen, wakil ketua, salah satu ketua dan seterusnya yang pernah saya temui, sekali lagi terimakasih," ujar Fahri Hamzah di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (17/7/2018).

Ia mengutarakan alasannya tidak menerima tawaran yang datang padanya, sebab dirinya sedang memegang teguh komitmen pada idealisme yang dipegangnya selama ini.

"Karena pertama-tama saya ingin buktikan bahwa saya tidak boleh lompat sembarangan (pindah partai), saya ingin berjuang dengan nilai dan idealisme saya," ujar Fahri.

"Kedua, Partai yang saya dirikan (PKS) lagi menyimpang. Jangan pas lagi enaknya saya di situ, lagi menyimpang saya gak disitu. Ssaya akan jaga ini sampai detik terakhir," paparnya.

Ditanya terkait partai apa saja yang pernah menawarkan jabatan tersebut, ia mengaku semua partai politik sudah pernah menawarkannya.

"Semua, boleh konfirmasi ke semua partai karena hampir semuanya nawarin saya. Sekali lagi, saya tidak mau lompat ke orang sebab kalau sekedar mau jadi pejabat itu gampang, temen-temen minta saya di nomor satu semua tapi tujuan saya itu adalah memurnikan perjalanan saya," pungkasnya, seperti dilansir kantor berita RMOL.

Sementara itu, orang dekat Fahri menyampaikan bahwa sampai ada yang nawari Rp 150 Miliar, untuk merayu Fahri agar mau bergabung ke partai tertentu.


Loading...

Komentar Pembaca

loading...