Disebut Pengkhianat oleh Ngabalin, PAN Ungkit Kinerja Menpan RB
logo

29 Juli 2018

Disebut Pengkhianat oleh Ngabalin, PAN Ungkit Kinerja Menpan RB

Disebut Pengkhianat oleh Ngabalin, PAN Ungkit Kinerja Menpan RB


GELORA.CO - Wasekjen PAN Saleh Partaonan Daulay membantah pernyataan Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Kepresidenan Ali Mochtar Ngabalin yang menyebut PAN sebagai pengkhianat. Salah satu buktinya adalah kinerja MenPAN-RB Asman Abnur.

"Ya karena tidak (penghianat) mungkin, buktinya sampai hari ini Pak Asman bekerja secara profesional, banyak prestasi yang dia lakukan penghematan birokrasi yang saya kira prestasi untuk Jokowi itu bukan pengkhianatan," ujar Saleh kepada wartawan, Sabtu (28/7/2018).

Asman yang merupakan Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) merupakan kader PAN. Asman masuk dalam Kabinet Kerja pada tahun 2016 lalu.

Menurut dia, Asman sudah membantu kerja Presiden Jokowi dalam penghematan di sektor birokrasi. Tugas yang dijalankan Asman selama menjabat menteri untuk kepentingan bangsa dan negara. 

"Pak Asman sangat berprestasi dan membantu kerja-kerja tugas Pak jokowi dalam penghematan birokrasi. Ada puluhan triliun yang bisa efisensi, itu untuk siapa coba? Ya itu untuk bangsa dan negara ini, silahkan Pak Jokowi dan orang luar yang menilai," kata Saleh.

PAN disebut Ngabalin mau jatah menteri tapi tak mau saat disuruh bicara tentang kepentingan bangsa, Saleh membantah. Dia mengatakan, Ngabalin seorang yang baru masuk di Istana, tidak mengetahui apa sudah dilakukan pihak Istana. 

"Ngabalin yang baru bergabung di situ (Istana) dan dia belum tentu tahu kami pernah diajak bicara atau tidak soal kepentingan bangsa dan negara ini. Rasa-rasanya kami belum pernah diajak untuk bicara," ujar Saleh.

"Andai PAN diajak bicara serius kami mau dengan pemerintah. Kita mendorong pemerintah bisa berhasil dan maju, kalau mengkritik juga untuk kemajuan bangsa dan negara ini," lanjut dia.

Sebelumnya, Ngabalin menyebut PAN pengkhianat. Alasannya, PAN disebut mau jatah menteri tapi tak mau saat disuruh bicara tentang kepentingan bangsa.

"(Kursi) menterinya mau, tapi giliran disuruh baik-baik bicara tentang kepentingan bangsa dan negara, tidak mau. Itu namanya penghianat. Partai Amanat Nasional," kata Ngabalin saat menjadi pembicara dalam sebuah diskusi di Jalan Matraman Raya, Jakarta Timur, Sabtu (28/7). [dtk]

Loading...

Komentar Pembaca

loading...