Disebut Minta Jatah Cawapres ke Gerindra, Demokrat Meradang!
logo

20 Juli 2018

Disebut Minta Jatah Cawapres ke Gerindra, Demokrat Meradang!

Disebut Minta Jatah Cawapres ke Gerindra, Demokrat Meradang!


GELORA.CO - Ketua DPP Partai Gerindra Ahmad Riza Patria menyatakan pihaknya tak pernah menawarkan kursi cawapres ke Partai Demokrat (PD). Demokrat menyindir Riza, yang disebut tak tahu pembicaraan antara ketumnya, Prabowo Subianto, dan pihak mereka.

Kadiv Advokasi dan Bantuan Hukum DPP PD Ferdinand Hutahaean mengatakan hanya Prabowo dan Ketum PD Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang tahu apa yang akan dibicarakan pada pertemuan yang rencananya digelar pada 24 Juli 2018 itu. Termasuk apakah ada penawaran cawapres dalam pertemuan itu.

"Ahmad Riza Patria tidak tahu pembicaraan antara Prabowo dengan Demokrat. Dia sedang bicara sesuatu yang dia tidak tahu. Ini pertemuan tingkat tinggi yang isi pembicaraan sekarang hanya Prabowo dan SBY yang tahu," kata Ferdinand saat dimintai konfirmasi detikcom, Jumat (20/7/2018).

Dia mengatakan pembicaraan antara Prabowo dan SBY merupakan pembicaraan tingkat tinggi. Jajaran di bawahnya, kata Ferdinand, tak akan mengetahui secara pasti apa isi pembicaraan itu.

"Jadi apa yang disampaikan Riza Patria itu cuma pengetahuan pejabat partai yang tidak lagi mengetahui pembicaraan tingkat tinggi antara SBY dengan Prabowo. Jadi biarkan saja semua bicara, tidak masalah bagi kami," ujarnya.

"Kami yakin Prabowo paham betul harus memilih wakilnya dari mana," imbuh Ferdinand.

Kendati demikian, Ferdinand tak menampik pernyataan Riza terkait keinginan mendapatkan kursi cawapres yang datang dari Demokrat sendiri. Menurutnya, dalam politik, tawar-menawar adalah hal yang wajar.

"Dalam lobi politik itu adalah hal wajar menawarkan dan ditawarkan. Itulah bagian komunikasi politik," kata Ferdinand.

"Dalam pembicaraan, bahwa menjadi gayung bersambut antara kebutuhan Prabowo dengan kepentingan Demokrat. Gerindra, yang diwakili Prabowo, bersedia wakilnya dari Demokrat dan Demokrat tentu akan menawarkan kader terbaiknya. Apa yang salah dengan itu? Tidak ada," lanjutnya.

Ferdinand pun meminta semua pihak bersabar menunggu hasil dari pertemuan Prabowo dan SBY itu. Kemungkinan apa pun, menurutnya, bisa saja terjadi seusai pertemuan dua pimpinan parpol tersebut.

"Ini komunikasi politik yang bisa saja batal dan tidak terwujud menjadi koalisi. Jadi semua sabar saja," ucap Ferdinand.

"Biarkan SBY dan Prabowo yang bicara, karena tidak ada satu pun yang tahu pembicaraan antar-keduanya," imbuhnya.

Prabowo dan SBY berencana melakukan pertemuan pada 24 Juli 2018. Gerindra menegaskan, dalam pertemuan itu, tak akan ada penawaran kursi cawapres untuk Pilpres 2019. 

"Kita bukan menawarkan Demokrat kursi cawapres. Mereka yang ingin kader terbaiknya menjadi cawapres," kata Ketua DPP Gerindra Ahmad Riza Patria di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (20/7). 

Riza mengatakan selama ini partainya tak pernah menawarkan kursi cawapres kepada calon koalisinya. Calon koalisinyalah yang menginginkan kader terbaiknya menjadi pendamping Prabowo. 

"Semua. PKS dan PAN, itu kita hormati. Dan menurut saya memang harus begitu, partai itu harus persiapkan kader terbaiknya untuk tampil sebagai pemimpin nasional. Itu bukti kaderisasi," ujarnya.[dtk]

Loading...

Komentar Pembaca

loading...