Arief Poyuono: Prabowo Jadi Presiden, Rupiah Tembus 10 Ribu
logo

3 Juli 2018

Arief Poyuono: Prabowo Jadi Presiden, Rupiah Tembus 10 Ribu

Arief Poyuono: Prabowo Jadi Presiden, Rupiah Tembus 10 Ribu


GELORA.CO - Tim ekonomi Jokowi ternyata cuma ahli tebak-tebakan dalam memprediksi keadaan perekonomian global. Seperti memprediksi harga minyak dunia dan kenaikan suku bunga The Federal Reserve (Fed).

"Semua cuma pakai tebak-tebak ajak, engga pakai kajian analisa yang mendalam serta tanpa memperhitungkan kebijakan ekonomi seorang Presiden Donald Trump yang lebih agresif dan sangat American minded serta latar belakang seorang Donald Trump yang merupakan pembisnis," tutur Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Arief Poyuono kepada redaksi. 

Tim perancang APBN pemerintahan Jokowi juga dinilainya terlalu over confidence alias percaya diri dalam mematok pertumbuhan ekonomi dan program ketahanan pangan.

Ia mencontohkan, program swasembada ketahanan pangan yang dipatok Jokowi pada tahun lalu ternyata gagal total karena tidak didasarkan pada perubahan cuaca dan perbaikan sarana prasarana pertanian. Sehingga akhirnya pemerintah impor besar-besaran dari Thailand dan Vietnam. 

"Makanya asumsi asumsi yang Ada di APBN 2018 yang di ajukan ke DPR salah semua alias ngawur seperti mematok harga minyak dunia juga meleset karena enggak mikir kalau 2018 ada event Piala Dunia yang membutuhkan pengunaan BBM yang besar," kritiknya. 

Termasuk, kata dia, kegagalan memprediksi konflik di Timur Tengah yang berpengaruh pada harga minyak dunia dan perang dagang antara Amerika Serikat vs Rusia - Tiongkok. 

Ia juga mengkritisi cara tim ekonomi Jokowi meredam gejolak nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang masih tradisional seperti intervensi Bank Indonesia dengan penurusan cadangan devisa (cadev) dan menaikkan suku bunga. Cara-cara seperti ini justru diyakininya tidak akan berhasil. 

"Kalau kami sih tahu caranya untuk buat dolar AS kembali ke kisaran 10 ribu rupiah. Tunggu saja kalau Prabowo Subianto yang jadi presiden akan kami realisasikan. Bukan kayak Joko Widodo katanya dolar akan di bawah 10 ribu rupiah eh malah meroket menuju 15 ribu rupiah," sindirnya.[rmol]

Loading...

Komentar Pembaca

loading...