Aher Paling Dilirik, Gerindra: Prestasi dan Rekam Jejak Sukses
logo

11 Juli 2018

Aher Paling Dilirik, Gerindra: Prestasi dan Rekam Jejak Sukses

Aher Paling Dilirik, Gerindra: Prestasi dan Rekam Jejak Sukses


GELORA.CO - Partai Gerindra menyatakan nama politikus senior PKS sekaligus eks Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) jadi salah satu yang cukup dipertimbangkan jadi cawapres untuk ketumnya, Prabowo Subianto. Ada sejumlah alasan mengapa Aher jadi yang paling dilirik.

"Dari sembilan nama PKS ya, Pak Aher yang paling dilirik," kata anggota Badan Komunikasi DPP Partai Gerindra, Andre Rosiade, kepada wartawan, Rabu (11/7/2018).

Andre menyebut Aher punya banyak prestasi. Salah satunya, Aher terbukti berhasil memimpin Jawa Barat selama dua periode. Selain itu, Aher memiliki elektabilitas tertinggi di antara sembilan tokoh capres/cawapres yang disodorkan PKS.

"Secara elektabilitas dia paling tinggi di antara sembilan nama itu. Kedua, dia punya rekam jejak sebagai gubernur dua periode yang sukses dan punya begitu banyak penghargaan. Bukan hanya dari pemerintah, tapi keberadaan beliau di Jabar betul-betul dirasakan," sebut Andre.

"Beliau membangun ribuan kilometer jalan, menghidupkan lampu yang dulu Jabar terkenal byar-pet, sekarang sudah nggak lagi. Banyak prestasi Pak Aher. Tentu ini jadi salah satu pertimbangan," imbuhnya.

Andai pasangan Prabowo-Aher terwujud pada Pilpres 2019, Andre menyebut ada insentif elektoral yang diperoleh. Sang ketum, disebutkan Andre, bisa mewakili suku Jawa dan Sulawesi. Sementara Aher mewakili suku Sunda.

"Kelebihan, seandainya Prabowo-Aher sesuai dengan yang diinginkan PKS, Pak Aher bisa jadi representasi orang Sunda. Pak Prabowo adalah Jawa dan ada keturunan Sulawesi. Jadi dua pasangan ini mewakili etnis terbesar di republik ini," jelas Andre.

Namun, dia menegaskan, hingga saat ini belum ada keputusan final terkait cawapres Prabowo. Pembahasan soal cawapres masih terus dilakukan bersama calon mitra koalisi Gerindra.

"Soal cawapres dari PKS atau tidak, tentu PKS jadi prioritas. Karena selalu berhubungan baik. Tapi soal siapa, tentu berpulang pada pembicaraan Pak Prabowo dengan mitra koalisi," tuturnya. [dtk]

Loading...
loading...