Tokoh NU Ini Tak Setuju Urusan Pilpres Ditentukan Lewat Adu Ngaji Jokowi-Prabowo
logo

4 Juni 2018

Tokoh NU Ini Tak Setuju Urusan Pilpres Ditentukan Lewat Adu Ngaji Jokowi-Prabowo

Tokoh NU Ini Tak Setuju Urusan Pilpres Ditentukan Lewat Adu Ngaji Jokowi-Prabowo

Nadirsyah Hosen, Prabowo, dan Jokowi

www.gelora.co - Tokoh NU sekaligus dosen di Monash Law School Australia Nadirsyah Hosen angkat bicara mengenai Pilpres 2019.

Dilansir TribunWow.com, hal tersebut disampaikan Hadirsyah Hosen dalam akun Twitter @na_dirs yang diunggah pada Senin (4/6/2018).

Pria yang kerap disapa Gus Nadir ini mengatakan jika dirinya tak setuju apabila Jokowi menjadi imam salat dan kemudian dilecehkan.

Sama halnya dengan prabowo yang menjadi makmum salat juga dinyinyiri.

Ia juga tidak menyetujui apabila urusan Pilpres ditentukan lewat adu mengaji antara Presiden Joko Widodo (Jokow) dan Prabowo Subianto.

Menurutnya, pemilihan presiden bukanlah sama dengan memilih ustaz atau imam salat.

Melainkan memilih pemimpin berdasarkan amanat Undang-undang Dasar 1945.

@na_dirs: Saya gak setuju saat Jokowi jadi Imam Shalat kemudian dilecehkan dan dinyinyirin.

Saya gak setuju Prabowo berwudhu atau jadi makmum Shalat juga dilecehkan dan dinyinyiri.

Ibadah gak usah dikaitkan dg pilihan politik. Urusan sah-tidak sah; diterima atau tidak, itu urusan Allah.

Saya gak setuju urusan pilpres ditentukan lewat adu mengaji antara Jokowi dan Prabowo.

Saya paham kenapa ide ini muncul (agar yg bilang Jokowi anti Islam dan yg merasa Prabowo pembela Islam bisa terbuka matanya).

Tapi jago ngaji gak ada kaitannya dg kecakapan memerintah.

@na_dirs: Kita bukan memilih ustad atau imam shalat, kita mau memilih pemimpin negara yg ber-bhineka tunggal ika, yg bisa menjalankan amanat Pembukaan UUD 1945.

Udah gitu aja.

Postingan Nadirsyah Hosen (Capture/Twitter)

Postingan itu kemudian mendapat beragam komentar dari warganet.

@jiiviiew: Adu gagasan n prestasi sekuler sepertinya jauh lebih bermartabat sbg bangsa yg besar yah prof.

@muhamma87797215: Antara pak jokowi dan pak prabowo keduanya punya kelebihan dan kekurangan siapa yg pantas jd presiden itu relatif.

@HannyTW: andai se-sederhana itu kt memilih pemimpin ... andai se-pemikiran kt dlm memilih pemimpin ...... tpi inilah konsekuensi yg harus kita hadapi dari berkah keragaman.

@santritimur: Dan siapapun dari agama, suku manapun itu boleh jadi presiden. Bukan begitu pak @na_dirs ?

‏@SudrajatWawan1: Lah prof..Pak JK juga tidak bilang kalo yang menang ngajinya nanti jadi presiden, Beliau hanya yakin sekali kalo Pak Jokowi ngajinya lebih baik dr Pak Prabowo.titik.

@Duta_Hidayad: Setuju Gus
[tn]

Loading...
loading...