2 Juni 2018

Gerindra: Yang 'Umrah Politik' Itu Jokowi Saat Pilpres 2014

Gerindra: Yang 'Umrah Politik' Itu Jokowi Saat Pilpres 2014


www.gelora.co - Partai Gerindra tak terima kalau Ketum-nya Prabowo Subiantodisebut melakukan 'umrah politik'. Menurut Gerindra, justru Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang pernah melakukan 'umrah politik'.

"Kalau politik itu, supaya yang nyinyir ini, orang-orang pak Jokowi kan menyinyirkan. Yang berpolitik umrah itu Jokowi. Masa mereka lupa pas pilpres 2014. Ingat nggak insiden baju ihram terbalik itu, yang viral foto baju ihram terbalik itu. Itu kan pak Jokowi yang pergi umrah di saat pilpres. Kalau pak Prabowo kan pilpresnya masih tahun depan. Kenapa heboh?" kata anggota Badan Komunikasi DPP Gerindra Andre Rosiade kepada detikcom, Jumat (1/6/2018) malam.

Ia menyatakan saat ini Prabowo belum mendaftar sebagai capres di pilpres 2019. Atas dasar itu, Andre membantah Prabowo melakukan 'politisasi umrah'.

"Kalau dibilang kita 'mempolitisasi umrah', nggaklah. Kalau 'umrah dipolitisasi' itu lagi tahapan pemilu, tahapan pilpres pergi umrah lalu foto-foto untuk diviralkan supaya pencitraan untuk masyarakat. Itu yang namanya 'politisasi umrah'. Itu yang dilakukan Pak Jokowi di pilres 2014," ucap Andre.

Andre menyatakan pendukung Jokowi panik hingga mengomentari soal umrah yang dilakukan oleh Prabowo serta sejumlah tokoh lainnya. Salah satu pihak yang disebutnya telalu nyinyir adalah Tenaga Ahli Utama Kedeputian IV Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin.

"Nggak perlu terlalu direwelin, dinyinyirin. Tapi kami memaklumi, kenapa pihak pendukung presiden, lalu Ngabalin juga terlalu nyinyir itu bang Ngabalin, karena panik. Jadi mereka nyinyir karena mereka panik," ujarnya.

Sebelumnya, Ngabalin mengingatkan tak elok ibadah diselingi membahas politik. Hal itu terkait rencana pertemuan antara Prabowo, Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais, dan elite PKS akan bertemu dengan imam besar FPI Habib Rizieq Syihab di sela umrah.

"Nah saya lihat gini, saya mau bilang orang mau jalan ke haji dan umrah namanya dalam Quran itu, kalau orang mau jalan ke haji dan umrah menurut aturannya, telepon aja orang tidak boleh pakai di sana konsentrasi untuk ibadah umrah dan haji di sana," kata Ngabalin di kantor DPD Golkar, Cikini, Jakarta Pusat, Jumat (1/6/2018).

"Jadi kalau nanti diumumkan bertemu dengan imam besar, itu imam besar kita Habib Rizieq untuk kepentingan politik praktis kurang bagus nanti di Tanah Air. Sebagai seorang muslim nanti tidak enak didengar oleh diketahui umat Protestan, Hindu, dan lain-lain. Dijaga itu semangat kebinekaan itu maksud saya gitu, nggak ada pengertian lain," urainya.[dtk]

under construction
loading...