Catatan Terakhir Dokter Razan yang Menggetarkan
logo

4 Juni 2018

Catatan Terakhir Dokter Razan yang Menggetarkan

Catatan Terakhir Dokter Razan yang Menggetarkan


www.gelora.co - Tentara zionis Israel membunuh seorang perawat Palestina pada hari Jumat lalu ketika jurumedis itu mencoba untuk membantu pengunjuk rasa yang terluka di perbatasan Gaza. Menurut biro kesehatan dan saksi, Israel menyebut "militan" telah menyerang pasukannya dengan tembakan dan granat.

Kematian Razan Al-Najar adalah kematian yang ke 119 dari jumlah warga Palestina yang tewas dalam demonstrasi mingguan yang diluncurkan pada 30 Maret di Jalur Gaza.

Najar, seorang sukarelawan medis berusia 21 tahun, ditembak ketika dia berlari menuju pagar perbatasan berbenteng, di sebelah timur kota Gaza selatan, Khan Younis, saat tengah menolong seorang korban, kata seorang saksi.

Ia mengenakan seragam putih, "Dia mengangkat tangannya tinggi-tinggi dengan cara yang jelas (sebagai kode), tetapi tentara Israel melepaskan tembakan dan dia ditembak di dada," kata saksi, yang tidak mau disebutkan namanya kepada Reuters.

Jubir zionis Israel tidak mau berkomentar tentang pembunuhan Najar, tetapi kemudian mengatakan dalam sebuah pernyataan tertulis bahwa IDF akan 'menyelidiki' kematian Najar. Para perwira Israel sebelumnya mengatakan bahwa penembak jitu tentara hanya menargetkan orang-orang yang mengajukan ancaman, tetapi bahwa peluru menyasar melalui mereka atau memantul.

Di rumahnya di Khan Younis, ibu Najar jatuh pingsan saat dia menerima seragam bernoda darah putrinya.

Najar sendiri memiliki catatan yang menggetarkan seolah tanda tak gentar dengan zionis Israel.

"Saya kembali dan tidak akan mundur," kata catatang terakhir Najar di media sosial. Ia menambahkan:

"TEMBAK AKU DENGAN PELURUMU. AKU TIDAK TAKUT."

Ribuan orang menghadiri pemakaman al-Najar di Gaza pada hari Sabtu, termasuk mereka yang dirawat saat terluka demonstrasi di perbatasan sebelumnya. Tubuhnya dibungkus dengan bendera Palestina dan dibawa melalui jalan-jalan dengan tandu oleh pelayat.

“Dengan jiwa dan darah kami, kami menebusmu, martir Razan,” teriak para pelayat ketika mayat itu dibawa ke rumahnya untuk perpisahan terakhir sebelum dimakamkan. [bdn]

Loading...
loading...