3 April 2018

Tuding Habib Rizieq Pemecah Belah Bangsa, Korlabi Polisikan Kader Golkar

Tuding Habib Rizieq Pemecah Belah Bangsa, Korlabi Polisikan Kader Golkar


www.gelora.co - Salah satu kader Partai Golkar Kota Bekasi, Aritha Tarigan dilaporkan ke Bareskrim Mabes Polri atas dugaan ujaran kebencian atas Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab.

Pelapor, Ketua Koordinator Pelaporan Bela Islam (Korlabi), Damai Hari Lubis menjelaskan bahwa dugaan ujaran kebencian itu bermula Aritha Tarigan alias Castro usai membuat laporan di Panwas Kota Bekasi. Saat itu, di depan awak media, Aritha menuding Habib Rizieq selama ini sudah melakukan upaya pemecah-belahan bangsa.

"Isi seruan memecah belah masyarakat, dan juga pembohongan publik"," kata Lubis saat menirukan ucapan Aritha di Kantor Bareskrim Polri di gedung Kementerian Kelautan dan Perikanan, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (2/4).

Laporan bernomor laporan polisi LP/440/IV/2017/Bareskrim itu karena Habib Rizieq Shihab dituduh melakukan perbuatan SARA oleh Aritha. Aritha nampaknya keberatan dengan beredarnya spanduk yang ada foto Habib Rizieq, dalam spanduk itu Habib Rizieq disandingkan dengan calon Wali Kota Bekasi, Nur Supriyanto.

"Spanduk itu mengutip ucapan Habib Rizieq; Saya titipkan warga muslim bekasi kepada Nur Suprinyanto," jelasnya.

Lebih lanjut, Lubis pun menyesalkan atas ucapan Aritha yang menurutnya gagal paham dan tidak paham apa yang ada dalam kutipan kata tersebut. Karena justru ucapan Aritha lah yang dianggap dapat memecah belah masyarakat.

"Sehingga berani-beraninya mengucapkan dihadapan publik statement tersebut secara serampangan dengan kata memecah-belah masyarakat dan pembohongan publik, justru statmen terlapor yang dapat memicu hal tersebut," sesalnya.

Aritha dilaporkan karena diduga melanggar pasal 310 ayat (1) KUHP, 156 KUHP, Pasal 28 ayat (2) UU ITE, Pasal 4 dan 16 UU 40 tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis.

Diharapkan Lubis agar pelaporan ini dijadikan sebagai pelajaran berharga bagi pihak-pihak yang tak suka dengan alim ulama untuk segera bertaubat. Terlebih, ulama juga lah yang ikut andil dalam upaya memerdekakan bangsa ini.

"Kemerdekaan bangsa ini tidak lepas dari pengorbanan ulama," demikian Lubis.[rmol]

under construction
loading...