2 April 2018

Jawab kritik Prabowo, politisi PDIP bilang 'sejak merdeka kita berutang'

Jawab kritik Prabowo, politisi PDIP bilang 'sejak merdeka kita berutang'


www.gelora.co - Ketua umum Gerindra, Prabowo Subianto mengkritik keras kebijakan pemerintahan Presiden Joko Widodo yang belakangan kerap berutang. Prabowo merasa miris dengan Indonesia yang hidupnya bergantung pada utang.

Bank Indonesia (BI) melaporkan, utang luar negeri (ULN) akhir November 2017 tercatat USD 347,3 miliar atau sekitar Rp 4.636,455 triliun (kurs Rp 13.350 per USD).

Bendahara Fraksi PDIP di DPR, Alex Indra Lukman menanggapi santai kritik Prabowo. Menurut dia, sejak Presiden Soekarno, Indonesia memang sudah berutang.

"Sejak merdeka kita berutang," kata Alex saat dihubungi merdeka.com, Senin (2/4).

Namun Alex menekankan, pemerintahan Jokowi berutang bukan untuk kepentingan pribadi. Melainkan, membangun infrastruktur dari Sabang sampai Merauke demi pemerataan pembangunan yang dirasakan oleh rakyat.

"Yang terpenting kan adalah azas manfaat dari utang tersebut, di mana Bapak Presiden Joko Widodo membangun infrastruktur seantero nusantara," tambah Alex.

Alex melihat, utang RI senilai Rp 4 ribu triliun masih dalam batas wajar jika dilihat dari produk domestik bruto (PDB). PDB pada akhir November 2017 tercatat stabil di kisaran 34 persen.

Di samping itu, Alex melihat, utang merupakan cara terbaik saat ini. Ketimbang, harus menjual aset negara.

"Sangat wajar karena PDB kita yang besar. Gimana dengan cara lain, menjualkah?" kata Alex saat ditanya solusi membangun Indonesia selain berutang.

Diberitakan sebelumnya, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menyebut Indonesia adalah negara yang kaya. Namun, mirisnya pemerintah seperti dijajah oleh utang karena hampir semua potensinya dikuasai oleh asing.

Hal itu disampaikan saat pidato dalam acara tur 'Prabowo Menyapa Warga' di Hotel Sutan Raja, Kabupaten Bandung, Jumat (30/3).

Dalam kesempatan itu, ia pun membandingkan luas wilayah negara Indonesia yang sama dengan benua eropa yang terbagi dalam 27 negara.

"Memprihatinkan, negara kita hidup dari utang. Kalau tidak utang, enggak bisa gajian," katanya.

"Yang kita alami adalah kita ini susah sekarang. (Untuk mengatasi kemiskinan) nanti, selalu nanti. Sekarang ke mana? Yang bisa dilakukan (pemerintah) adalah mencetak utang untuk bayar pinjaman tahun lalu," jelasnya.[mdk]

under construction
loading...